TAPANULI TENGAH – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bergerak cepat menangani warga terdampak luapan banjir yang terjadi pada Rabu (11/2/2026). Puluhan warga yang rumahnya terendam dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan sebagai lokasi pengungsian sementara.
Sejak hari pertama kejadian, penanganan dilakukan secara terpadu. Evakuasi warga dari sejumlah titik rawan dilakukan menggunakan mobil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna memastikan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
Pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan. Ia menegaskan bahwa seluruh pengungsi mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk mencegah munculnya penyakit pascabanjir.
“Para pengungsi kami berikan layanan kesehatan langsung, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Ini untuk mengantisipasi potensi penyakit yang dapat mengganggu kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, penyakit kulit, dan demam,” jelas Lisnawati.
Ia menambahkan, dokter umum maupun dokter spesialis telah disiagakan untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan intensif. Obat-obatan juga telah disiapkan dalam jumlah memadai.
“Untuk stok obat-obatan, saat ini masih mencukupi dan siap digunakan sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Lisnawati juga menambakqn, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi para pengungsi, baik dari sisi kesehatan, logistik, maupun pendataan.
“Selain penanganan fisik, edukasi kepada warga juga dilakukan, terutama terkait menjaga kebersihan lingkungan pengungsian, pola hidup sehat, serta kewaspadaan terhadap potensi penyakit pascabanjir,” jelasnya Lisna.
Sementara itu, penanganan kebutuhan dasar pengungsi dikoordinir langsung oleh Plt Kepala Dinas Sosial Tapteng, Mariati Simanullang, didampingi Asisten III Setdakab Tapteng, Hj. Nurjalilah. Asisten II Basiry Nasution juga turut membantu memastikan pelayanan berjalan optimal.
Hj. Nurjalilah menjelaskan, para pengungsi di GOR Pandan berasal dari sejumlah kelurahan, yakni Pandan Asri, Tolang Elok, Sigotom, dan Subuluan Terpadu. Sebagian warga lainnya mengungsi ke rumah kerabat maupun ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa).
“Untuk yang berada di GOR Pandan saat ini tercatat sebanyak 28 Kepala Keluarga. Sementara dari Sigotom terdapat lima Kepala Keluarga,” ujarnya.
Mariati Simanullang menambahkan, sebagai langkah tanggap darurat, Dinas Sosial telah menyalurkan berbagai kebutuhan dasar, seperti tikar atau tilam, selimut, dan perlengkapan lainnya untuk memastikan para pengungsi tetap merasa aman dan layak selama berada di lokasi penampungan.
“Tikar atau tilam sudah kita sediakan untuk dipakai pengungsi. Kebutuhan dasar lainnya juga terus kita distribusikan secara bertahap,” katanya.
Mariati berharap situasi segera membaik dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing untuk melanjutkan aktivitas seperti sediakala.
“Kita semua berharap bencana ini cepat berlalu, masyarakat bisa kembali pulih, dan aktivitas berjalan normal kembali,” pungkas Mariati.(red).






