TAPANULI TENGAH – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau langsung pengerjaan jembatan putus yang menghubungkan Kelurahan Hutanabolon dengan Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (9/1/2026). Kunjungan ini menjadi simbol kuat komitmen TNI AD dalam mempercepat pemulihan infrastruktur vital pascabencana.
Dalam kunjungan tersebut, Kasad didampingi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, Danrem 023/Kawal Samudera Kolonel Inf Iwan Budiarso, Dandim 0211/Tapanuli Tengah Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, serta Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pembangunan jembatan-jembatan yang selama ini terabaikan akan menjadi prioritas. Ia menyebut, perhatian Presiden RI terhadap persoalan jembatan putus menjadi dukungan besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.
“Seperti yang pernah saya sampaikan, saya melihat masih banyak sisi yang belum terkerjakan, termasuk jembatan-jembatan di daerah seperti ini. Kebetulan setelah dilihat langsung oleh Bapak Presiden dan mendapat dukungan, semua jembatan se-Indonesia harus beres,” tegas Jenderal Maruli.
Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk membangun perencanaan yang matang dan menyeluruh. Tidak hanya jembatan, namun juga perumahan dan sarana dasar lainnya.
“Makanya saya bilang kepada Bupati, ini peluang. Perumahan baik, jembatan baik, semua kita bereskan. Data dari Pemda di Sumatera Utara sekitar 200 jembatan, tapi saya yakin jumlahnya lebih. Kita akan terus berjalan sampai selesai,” ujarnya.
Kasad berharap ke depan tidak ada lagi jembatan putus akibat bencana, bahkan wilayah terdampak dapat bangkit menjadi kawasan yang lebih tertata dan tangguh. Ia juga menekankan pentingnya penyediaan air bersih, terutama di sekolah-sekolah.
“Air bersih di sekolah harus ada. Ini kesempatan untuk membuat perencanaan yang benar-benar baik. Kalau data perencanaannya kurang, hasilnya bisa berantakan. Siapkan semuanya, jembatan berapa, air bersih berapa, agar daerah ini menjadi daerah yang baru,” katanya.
Kasad mengungkapkan, hingga saat ini TNI AD telah membangun 17 jembatan Bailey, dengan target keseluruhan mencapai 40 jembatan. Sementara untuk jembatan Armco, saat ini sekitar 13 unit telah siap dan akan terus bertambah, dengan total persiapan di 50 titik.
“Awalnya perlu sosialisasi untuk jembatan Armco, tapi setelah masyarakat tahu manfaatnya, banyak yang mau. Untuk jembatan gantung kita kerjakan di seluruh Indonesia, di sini baru tiga yang selesai,” jelasnya.
Sebagai bagian dari percepatan pemulihan, TNI AD juga mengerahkan kekuatan alat berat. Sebanyak 35 unit alat berat dikumpulkan dan didistribusikan ke wilayah terdampak, termasuk 10 alat berat dan 10 dump truk yang difokuskan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Kita tidak punya pilihan selain kerja keras. Kalau terlalu larut dalam kesedihan justru menambah beban. Lebih baik kita fokus pada apa yang bisa dilakukan hari ini, kita dukung dan ajak masyarakat untuk bekerja, agar harapan itu tumbuh,” pesan Kasad.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mabes TNI AD, khususnya kepada Kasad, atas perhatian dan bantuan nyata bagi masyarakat Tapteng.
“Kami berterima kasih kepada Pak Kasad yang sudah membawa jembatan Armco ke daerah kami. Ini sangat membantu membuka kembali akses masyarakat,” ujar Masinton.
Ia menambahkan, koordinasi intensif telah dilakukan bersama Pangdam, Danrem, dan Dandim untuk mengurai keterisolasian tiga desa di Kecamatan Tukka akibat putusnya akses jalan dan jembatan.
“Masih ada beberapa titik patahan yang membutuhkan bronjong dan Armco. Kami terus mengupayakan percepatan pemulihan pascabencana ini secara gotong royong,” pungkasnya.
Kunjungan Kasad ini diharapkan menjadi titik balik pemulihan infrastruktur di Tapanuli Tengah, sekaligus menumbuhkan optimisme bahwa daerah terdampak bencana dapat bangkit lebih kuat, aman, dan berkelanjutan. (Jerry).






