Foro: Camat bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Sarudik dan Kekuarahan Pondok Batu saat melakukan gotong royong pembersihan drainase. Sinarlintasnews.com | Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Salah satunya melalui kegiatan gotong royong di Lingkungan II dan III, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik.
Gotong royong tersebut dipimpin langsung oleh Camat Sarudik, Rudi Hartono, bersama jajaran pegawai Kecamatan Sarudik dan Kelurahan Sarudik. Kegiatan difokuskan pada pembersihan badan jalan, lingkungan sekitar permukiman, serta drainase yang berpotensi menghambat aliran air.
Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti sapu, cangkul, keranjang dan gerobak dorong, para peserta membersihkan rumput liar, sampah serta material yang menumpuk di sepanjang jalan dan saluran drainase.
Pembersihan drainase menjadi salah satu perhatian utama. Saluran air yang tersumbat dapat menghambat aliran air ketika hujan deras, sehingga meningkatkan risiko genangan hingga banjir, khususnya di kawasan permukiman.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tetap berfungsi.
Camat Sarudik Rudi Hartono mengatakan, gotong royong harus kembali menjadi budaya masyarakat karena kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam parit atau drainase, karena sampah dapat menyumbat aliran air dan berpotensi menyebabkan genangan maupun banjir,” ujar Rudi, Rabu (16/9/28).
Menurutnya, pembersihan lingkungan tidak cukup hanya dilakukan ketika terjadi banjir. Pemeliharaan drainase dan kebersihan jalan perlu dilakukan secara rutin sebagai langkah pencegahan.
“Kita jangan menunggu banjir baru bergerak. Lebih baik kita melakukan pencegahan sejak awal dengan membersihkan drainase dan lingkungan secara rutin. Mari kita hidupkan kembali semangat gotong royong, karena lingkungan yang bersih dan aman adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Rudi juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat dari kegiatan pemerintah, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Kalau pemerintah, kelurahan dan masyarakat bergerak bersama, pekerjaan yang berat akan menjadi ringan. Mari kita jadikan gotong royong sebagai kebiasaan, bukan hanya kegiatan sesekali,” pungkasnya.
Kegiatan di Pondok Batu tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk semakin aktif melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri, terutama menjelang dan selama musim hujan. Dengan drainase yang bersih dan lingkungan yang terawat, aliran air diharapkan dapat berjalan lebih lancar sehingga risiko genangan dan banjir dapat diminimalkan. (Jerry).
Tidak ada komentar