Lahan Sawit Jadi Salah Satu Titik Longsor di Sipange

  • Whatsapp
Foto: Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu saat melihat langsung salah satu lokasi longsor di Kelurahan Sipange.

Tapanuli Tengah | Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menegaskan agar masyarakat tidak lagi menanam kelapa sawit di kawasan perbukitan. Hal itu disampaikannya saat meninjau lokasi banjir dan longsor di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, pada Senin (8/12/25).

Dalam kunjungan tersebut, Masinton melihat langsung salah satu titik longsor yang ternyata merupakan area perkebunan sawit. Longsoran tanah dari lahan itu menimpa sejumlah rumah warga di bawahnya.

Bacaan Lainnya

“Tanah yang ditanami sawit longsor dan menimpa pemukiman warga. Ini sebabnya perbukitan seperti ini tidak boleh ditanami sawit karena akarnya tidak bisa menahan tanah. Maka penanaman sawit di perbukitan harus kita cegah,” ujar Masinton saat berada di lokasi.

Ia menegaskan, tanaman sawit tidak memiliki perakaran yang mampu mengikat tanah pada kontur perbukitan yang rawan pergerakan tanah. Sebagai gantinya, Bupati meminta warga mengalihkannya ke tanaman hutan yang produktif.

“Alihkan ke tanaman hutan seperti durian, aren, jengkol, dan pinang. Kepada masyarakat yang masih menanam sawit di perbukitan, segeralah ganti dengan tanaman hutan,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah daerah, banjir dan longsor yang melanda Kelurahan Sipange mengakibatkan 153 unit rumah rusak dan hancur, serta menelan dua korban jiwa.

Pemkab Tapanuli Tengah terus melakukan pendataan, pembersihan material longsor, dan percepatan penyaluran bantuan bagi warga terdampak. (Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *