Tapanuli Tengah – Rasa bangga tersendiri menyelimuti masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Pasalnya, ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se-Sumatera Utara akhirnya dipusatkan di GOR Pandan, Kabupaten Tapteng, setelah sebelumnya sempat direncanakan berlangsung di Kabupaten Langkat atau Kota Sibolga.

Pilihan ini tidak terlepas dari peran dan dorongan tokoh masyarakat serta Ketua Henry MUI TaptengHenry MUI Tapteng selaku Penasegat Umum PSHT yang dengan penuh keyakinan mengarahkan agar event silat bergengsi ini digelar di Tapteng. Meski dengan segala keterbatasan anggaran, panitia tetap berkomitmen menyukseskan acara hingga selesai. Bahkan, dengan penuh semangat, mereka menyebutkan siap mengorbankan apa pun demi terselenggaranya kejuaraan ini.
“InsyaAllah, kami yakin Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi terus memberikan perhatian dan dukungan. Namun, sekalipun tidak ada bantuan penuh dari pemerintah daerah, kegiatan ini tetap akan kami laksanakan dengan segala daya dan upaya,” ujar Hendry dengan penuh optimisme, Rabu (10/9/25).
Semangat yang ditunjukkan ini mencerminkan tekad kuat masyarakat dan keluarga besar PSHT dalam mengharumkan nama Tapanuli Tengah di kancah provinsi maupun nasional.
Penyelenggaraan kejuaraan ini juga menjadi bukti kepercayaan para perguruan pencak silat terhadap kepemimpinan Masinton–Efendi yang dinilai mampu menciptakan suasana kondusif, mendukung kegiatan olahraga, dan menumbuhkan rasa persaudaraan.
Hendry menjelaskan, Setelah 30 tahun vakum, Kejuaraan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se-Sumatera Utara resmi digelar pada 10–14 September 2025. Ajang bergengsi ini memperebutkan Piala Bupati Tapanuli Tengah, diikuti 260 pesilat dari berbagai perguruan pencak silat, tidak hanya dari Sumatera Utara, tetapi juga dari Aceh dan Riau.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang telah memfasilitasi dan mendukung penuh terselenggaranya kejuaraan ini.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak, khususnya Pemkab Tapteng. Mari kita jadikan momentum ini untuk bersama-sama mewujudkan Tapteng Naik Kelas, Adil untuk Semua,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DPC PSHT Tapteng, Ardiansyah Pratama Saragih , menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kembali event yang menjadi sejarah besar bagi masyarakat Tapanuli Tengah.
“Setelah tiga dekade, akhirnya Tapteng kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi momentum penting untuk membangkitkan semangat persaudaraan, sportivitas, dan menjaga warisan budaya bangsa,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, pencak silat bukan hanya seni bela diri, tetapi juga olahraga dan gaya hidup sehat yang mendidik karakter, melatih disiplin, serta memperkuat jati diri generasi muda.
“Silat itu olah raga sekaligus olah rasa. Dengan silat, kita melatih tubuh agar sehat, pikiran tetap jernih, dan hati penuh dengan nilai persaudaraan,” tambahnya. (Jerry).






