HIMNI Sentil Oknum DPRD: “Jangan Bawa Nama Lembaga untuk Kepentingan Politik!”

  • Whatsapp
Foto: Plt. Wakil Ketua Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Bidang Hukum, Politik, dan HAM, Hasatulo Zai.

Tapanuli Tengah – Dukungan terhadap Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, terus mengalir pasca adanya laporan sejumlah oknum DPRD Tapteng ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu pernyataan tegas datang dari tokoh masyarakat Nias, Hasatulo Zai yang saat ini menjabat sebagai Plt. Wakil Ketua Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Bidang Hukum, Politik, dan HAM.

Dalam pernyataannya, Hasatulo menilai langkah pelaporan tersebut terlalu prematur dan terkesan kekanak-kanakan. Menurutnya, isu yang dilaporkan berkaitan dengan penggunaan anggaran sebelum ketok palu APBD seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan, apalagi jika penggunaannya terbukti untuk kepentingan masyarakat.

Bacaan Lainnya

>l “Anggaran tersebut sudah digunakan untuk program nyata. Salah satunya kegiatan budaya yang melibatkan seluruh etnis di Tapanuli Tengah, termasuk etnis Nias. Selama ini, budaya Nias nyaris tidak pernah mendapat ruang, kecuali di era Bupati sebelumnya, Bapak Lumban Tobing. Namun di era Bupati Masinton, kami kembali diberi kesempatan tampil secara resmi,” ungkap Hasatulo, Jumat (29/8/2025).

 

Hasatulo mengapresiasi kepemimpinan Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud, yang dikenal dengan sebutan “MAMA”, karena memberikan ruang setara bagi seluruh etnis, suku, dan agama di Tapanuli Tengah. Bahkan, kata dia, HIMNI dilibatkan langsung dalam kegiatan resmi pemerintah.

“Ini bukti perubahan nyata. Tidak ada lagi perbedaan perlakuan terhadap suku, ras, dan agama. Sebagai masyarakat Nias, kami merasa dihargai,” tambahnya.

Meski mengkritik langkah oknum DPRD yang melaporkan Bupati ke KPK, Hasatulo menegaskan bahwa tindakan tersebut jangan membawa nama lembaga DPRD secara keseluruhan.

“Kami tetap menghormati fungsi pengawasan DPRD. Tapi pelaporan ini seharusnya cukup disebut berasal dari oknum atau sekelompok anggota DPRD. Jangan membawa nama lembaga secara utuh,” tegasnya.

Hasatulo juga mengajak semua pihak menahan diri agar tidak memperkeruh suasana. Ia mengutip pepatah:

“Yang cepat tidak mendahului, yang kebal tidak melukai, yang pintar tidak menggurui.” ujarnya.

Selain itu, ia meminta agar seluruh elemen duduk bersama membangun Tapanuli Tengah dengan semangat persatuan pasca pemilu.

“Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati menjaga amanah rakyat, memperkuat komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman, dan fokus pada pembangunan yang adil dan merata. Semangat ‘Tapteng Naik Kelas Adil untuk Semua’ harus menjadi perekat semua perbedaan,” ujarnya.

Tak hanya itu, terkait isu utang Pemkab Tapteng sebesar Rp70 miliar yang disebut berasal dari pemerintahan sebelumnya, Hasatulo meminta dilakukan audit dan klarifikasi agar tidak menjadi isu liar di tengah masyarakat.

“Kebenaran harus dibuktikan agar tidak menjadi beban opini publik,” pungkasnya.

Pernyataan sikap ini diakhiri dengan ajakan untuk mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah daerah yang berpihak kepada masyarakat.

“Maju terus Tapanuli Tengah. Saatnya naik kelas dan bersatu untuk perubahan,” tutup Hasatulo Zai. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *