Ketua DPD KNPI Sibolga Pasang Badan Dukung Pj Bupati Tapteng, Anda Preman Kami Mantan

  • Whatsapp
Foto : Ketua KNPI Kota Sibolga, Imam Faesal
Foto : Ketua KNPI Kota Sibolga, Imam Faesal

Sibolga | Sinarlintasnews.com – Ketua DPD KNPI Sibolga, Imam Faesal menegaskan kesiapannya membela dan mendukung Pj Bupati Tapanuli Tengah, Dr. Sugeng Riyanta baik dalam resiko apapun.

Pernyataan tersebut disampaikan Imam Faesal setelah mengetahui sejumlah video yang beredar dimedia Sosial tentang tindakan dan sikap Ketua DPRD yang dinilai sangat tidak beretika menerobos rapat yang dipimpin langsung oleh Pj Bupati Tapteng di Aula Kantor Dinas Kesehatan Tapteng pada Jumat (22/12/23).

Bacaan Lainnya

Dengan tegas Imam menyatakan, Jika dia berkata sebagai ketua DPRD Tapetng, dan dia berhak sidak kegiatan Pj Bupati, saya juga berhak mengomentari sebagai warga Tapteng. Sebagai warga Tapteng, Imam Faesal juga siap pasang badan membela Pj Bupati ini.

“Apaan Ketua DPRD seperti itu, maen terobos dan membentak-bentak Pj Bupati didepan para ASN, dimana etika dan moral. Pesan saya terhadap ketua DPRD ini atas sikapnya kepada Pj Bupati yang sudah berjuang membenahi ASN nya, Anda Sopan Kami Segan, Anda Preman Kami Mantan,” tegas Imam, Sabtu (23/12/23).

Selain itu, Imam juga menegaskan pernyataan Ketua DPRD Tapteng yang bersaksi dan bersumpah atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan menyebut Wallahi, Lillahi Ta’ala, bahwasanya Pj memili pasangan Anis Muhaimin merupakan suatu fitnah yang sangat keji.
“Itu sangat tidak mungkin, itu jelas fitnah kepada Pj Bupati, ini adalah trik untuk mencoba memojokkan pak Pj Bupati. Kita tau Pj Bupati saat ini tengah fokus menggaungkan netralitas bagi Sipil ASN di jajaran Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita yakin pak Pj tidak punya urusan soal dukung mendukung Capres ataupun calon-calon lainnya,” katanya.

Imam menduga, sikap yang disampaikan Ketua DPRD tersebut merupakan cara untuk membungkam Pj Bupati dalam menegakkan Netralitas dan mengusut soal kasus dugaan Korupsi dana BOK dan Jaspel yang sudah menyeret Kepala Dinas Kesehatan.

“Ketua DPRD Tapteng inu kita duga sengaja membuang issu karena terkesan tak terima dari hasil pemeriksaan tim Inspektorat dan penonaktif-an Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Tapteng dalam persoalan dugaan Pungli BOK dan Jaspel sebanyak 50 persen,” kata Imam.

Selain itu, Ketua KNPI Sibolga ini juga menyebutkan, keputusan menonaktifkan Kadinkes tersebut sudah merupakab keputusan yang tepat karena diduga kuat telah melakukan pelanggaran disiplin berat kepegawaian dengan memotong sebanyak 50% jatah para pegawai bidang kesehatan, Dokter, Bidan dan Perawat.

“Harapan kita kepada pak Sugeng Riyanta, maju terus pak tegakkan keadilan dibumi TapanuliTengahini, kami sebagai masyarakat Siap mendukung bapak apapun resikonya,” pungkasnya.(Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *