Kordinator Pengamanan PPN Sibolga, Minta Kedua Wartawati Klarifikasi Berita

  • Whatsapp
Ker foto : Petrus Hutauruk swlaku Kordinator Pengamanan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (31/10/22)

Tapanuli Tengah | Sinarlintasnews.com – Kordinator Pengamanan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Petrus Hutauruk bantah adanya larangan bagi wartawan maupun LSM yang melakukan aktivitas liputan sebagaimana diberitakan disalah satu media Online.

Petrus mengungkapkan, berita yang beredar tersebut tidak benar dan terkesan membesar-besarkan, sebagaimana diberitakan di salah satu media online. Justru kedua wartawati yang mengaku dihalang security PPN yang justru tidak menghargai Standard Operating Procedure (SOP) yang ada di PPN Sibolga, justru pemberitaan tersebut sudah mengganggu PPN Sibolga yang selama ini bekerja sesuai SOP.

Bacaan Lainnya

“Disini perlu saya jelaskan, Kami tidak pernah melarang aktivitas rekan-rekan wartawan dan LSM masuk ke PPN Sibolga ini, banyak rekan wartawan yang datang kesini. Akan tetapi mereka kalau masuk itu pasti singgah ke Pos jaga dan permisi, mereka tidak masuk begitu saja. Mereka menghargai aturan yang ada. Karena tugas security yang jaga itu berat, jadi setiap yang masuk wajib lapor karena apapun yang terjadi nanti didalam itu merupakan tanggung jawab kami sebagai penjaga keamanan. Sementara kedua saudara kita yang mengaku wartawati itu main masuk begitu saja,” kata Perus, Senin (31/10/22).

Petrus juga menerangkan, saat kedua wartawati tersebut datang ke PPN menggunakan kenderaan roda 2 langsung masuk dan tidak melapor ke Pos jaga. melihat hal tersebut, Security yang sedang berjaga memanggil mereka untuk mempertanyakan maksud dan tujuan mereka ke PPN, Karena keduanya tidak dikenal pegawai PAS masuk dan security jaga.

“Jadi waktu mereka datang langsung masuk saja. Jadi di panggil security yang berjaga “Hei mau kemana, kesini dulu” kemudian mereka menyahut menyatakan kami wartawan dan LSM mau meliput ke Polairud. Kemudian mereka datang ke Pos marah kepada security, ada yang bernama Angel Nasution dengan nada keras dan kasar langsung menantang Security karena mereka merasa dicegah. Padahal tujuan security adalah menanyakan mereka, karena ada SOP yang berlaku di PPN Sibolga ini. Bahkan mereka juga tidak menunjukkan kartu identitas atau KTA wartawan. Disini kita tidak melarang, tapi saling menghargailah, kalau mau masuk lapor dulu ke Pos, hargai juga aturan yang ada,” terang pertus.

Dengan tegas Petrus menerangkan, di PPN Sibolga ini tidak pernah melarang wartawan maupun LSM untuk melakukan aktivitas di PPN Sibolga. Namun sebagai penanggungjawab dalam stabilitas keamanan security berhak mempertanyakan setiap pengunjung sesuai SOP di PPN Sibolga.

Dikatakannya, berita yang beredar sudah menggangu dan menyinggung karena adanya kalimat Genk. Di PPN Sibolga tidak ada Genk ataupun kelompok tertentu, terlebih dalam berita juga menyinggung Kepala PPN Sibolga.

“Dalam hal ini pimpinan kami tidak pernah memerintahkan kami kerja arogan selalu sesuai SOP yang ada. Disini kami itu melayani kami juga tidak pernah melarang siapapun yang masuk kedalam terkecuali bagi orang-orang seperti mengadakan Pungli dan itu sudah kami terapkan.  Kalau rekan wartawan kami tidak pernah melarang dan menghalangi,  justru kami melayani Jurnalis yang datang, banyak rekan Jurnalis yang kenal saya. Mereka kalau datang pasti singgah ke Pos jaga, sehingga komunikasipun jadi baik dan urusan mereka juga mudah, kami sebagai petugas mengarahkan kemana nantinya tujuan mereka berkunjung ke PPN Sibolga ini,” terang Pertus.

Iya juga menekankan, PPN Sibolga memiliki SOP, yang dimana setiap pengunjung yang datang wajib lapor dan ada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Serta meminta kepada kedua wartawati yang telah membuat berita tersebut untuk membuat mengklarifikasi kembali.

“Kami meminta agar saudara kedua wartawati ini membuat klarifikasi tentang berita itu. Karena berita itu merusak nama baik PPN Sibolga. Kami juga punya aturan disini. Untuk itu saya himbau kepada rekan-rekan wartawan dan LSM untuk tidak terprovokasi dengan berita itu. Selama ini kita selalu welcome tapi sesuai aturan SOP yang ada,” pungkasnya

Penulis : Jerry

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.