Parpol Belum Mengusung, Mungkin Para Bacalon Walikota Medan Masih Diragukan

  • Whatsapp
ilustrasi calon walikota dan Wakil Walikota Medan

MEDAN | SINARLINTASNEWS.com – Perhelatan Akbar pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan hingga sampai saat ini masih liar. Pasalnya kendati jadwal penetapan calon semakin dekat, namun sejumlah partai masih belum jelas siapa yang bakal diusung.

Sementara sejumlah nama Bakal calon Walikota dan Wakil Walikota mulai bermunculan, seperti  Akhyar Nasution, , Bobby Nasution, Fitriani Manurung, Maruli Siahaan, Sakyna Asmara, Baharuddin Saputra, Ikhwan Ritonga, Salman Alfarisi dan juga Dahnil Azhar masih belum jelas parpol mana yang yang akan mengusung mereka.

Bahkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjungan juga masih belum memastikan siapa calon resmi yang akan di usung di Kota Medan. sebelumnya DPP PDIP telah mengumumkan  nama-nama calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang diusung untuk di sejumlah wilayah dalam Pilkada serentak 2020.

Untuk DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Sendiri, baru ada tiga Calon yang diusung PDI Perjuangan. yakni untuk  Samosir Mengusung Pasangan  Drs. Rapidin Simbolon, M.M. dengan Ir. Juang Sinaga , Kota Gunungsitoli mengusung Ir. Lakhomizaro Zebua dengan Sowa’a Laoli, S.E., M.Si,  Humbang Hasundutan mengusung Dosmar Banjarnahor, S.E. dengan Ir. Yanto Sihotang  dan Nias Selatan mengusung  Dr. Hilarius Duha, S.H., M.H dengan Firman Giawa, S.H., M.H. Sedangkan Untuk calon Kota Medan masih belum diumumkan oleh DPP PDI Perjuangan.

Dari beberapa nama bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, baik kader maupun non kader masih belum mendapat rekomendasi penuh dari partai pengusung. mungkinkah para bakal calon tersebut masih diragukan atau belum layak jedi pemimpin Kota Medan..?.

Dari beberapa nama bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Medan diketahui ada tiga bacalon yang merupakan kader PDI Perjuangan, yakni Akhar Nasution, Fitriani Manurung dan terakhir Bobby Nasution yang baru saja mendaftar jadi kader di DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara.

Hal tersebut juga menjadi pertanyaan bagi sejumlah pakar-pakar politik warung kopi, mungkinkah PDI Perjuangan mengusung kadernya, jika kader yang di usung, siapa kira-kira yang akan di usung dari ke tiga kader tersebut..? atau sebaliknya PDI Perjuangan masih meragukan kemampuan kadernya…?.

sementara menurut Alfedo Panggabean warga Medan Petisah salah satu yang berpran aktif dalam pembahasan politik Kota Medan, dari visi misi ke tiga bacalon kader PDI Perjuangan kota Medan itriani Manurung yang dapat diterima secara logika, memiliki nilai jual dan masuk logika. mungkin sudah saatnya Kota Medan ini dipimpin seorang ibu,” katanya Sabtu (14/3/2020).

Dia menilai, pembangunan daerah seharusnya bisa dilakukan meski dengan dana yang minim, jika dikelola dengan benar. Jika tidak, maka alokasi dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terbuang percuma hanya untuk pencitraan pemimpinnya.

“Dengan uang APBN yang kita miliki sekarang ini, sebenarnya cukup membangun Kota Medan. Tinggal pemimpinnya punya misi, kejujuran, dan keikhlasan. Jangan hanya memikirkan uangnya itu kan repot, tetapi pikirkanlah masa depan generasi bangsa ini” pungkas.

(Jerry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.