x

Bupati Masinton Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Tapanuli Tengah, Tekankan Pentingnya Data untuk Pemulihan Pascabencana

waktu baca 3 menit
Jumat, 19 Jun 2026 13:35 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Tapanuli Tengah dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pandan, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Mencatat Ekonomi Indonesia” itu dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh elemen daerah guna mendukung suksesnya pelaksanaan sensus.

Dalam sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang memiliki peran penting dalam memetakan kondisi perekonomian daerah, khususnya setelah bencana yang melanda Tapanuli Tengah pada tahun 2025.

Menurutnya, data yang akurat menjadi landasan utama dalam merancang kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Data adalah kompas pembangunan. Pembangunan yang tidak berbasis data akan kehilangan arah, tidak fokus, dan tidak tepat sasaran. Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya menjadi fondasi penting dalam penyempurnaan RPJMD, RKPD, APBD hingga strategi pengentasan kemiskinan guna mewujudkan visi Tapanuli Tengah Naik Kelas, Adil untuk Semua, Lestari dan Berkeadaban,” ujar Masinton.

Bupati mengungkapkan, sebelum terjadinya bencana pada 2025, Tapanuli Tengah masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Tingkat kemiskinan daerah ini tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di Sumatera Utara setelah Kepulauan Nias. Selain itu, angka pengangguran masih relatif tinggi dan sebanyak 80 dari 159 desa di Tapanuli Tengah berstatus tertinggal dan sangat tertinggal.

Kondisi tersebut, kata dia, diperkirakan mengalami perubahan signifikan pascabencana sehingga dibutuhkan data terbaru yang valid untuk mengukur tingkat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Kita butuh data akurat untuk mengetahui sejauh mana pemulihan ekonomi berjalan, sektor apa yang paling terdampak, dan potensi ekonomi baru apa yang muncul setelah bencana. Karena itu saya mengajak seluruh pelaku usaha memberikan data yang jujur. Data yang disampaikan dijamin kerahasiaannya oleh Undang-Undang Statistik dan tidak berkaitan dengan kewajiban pajak maupun bantuan sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tapanuli Tengah, Akhirul Miswar ME Nasution, menjelaskan bahwa pelaksanaan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Untuk menjangkau seluruh wilayah Tapanuli Tengah, BPS telah merekrut dan membekali ratusan petugas lapangan yang berasal dari masyarakat setempat.

“Sebanyak 317 petugas lapangan telah kami siapkan melalui proses seleksi dan pelatihan yang ketat. Mereka akan menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta kode etik statistik,” kata Akhirul.

Sebagai simbol dimulainya pendataan di lapangan, Bupati Masinton Pasaribu turut melakukan pelepasan resmi para petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan bertugas di 20 kecamatan se-Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kegiatan pencanangan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Tapanuli Tengah, organisasi vertikal, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, pimpinan OPD, perwakilan perbankan, jajaran BPS Tapanuli Tengah, para petugas Sensus Ekonomi 2026, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berharap tersedianya basis data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan pembangunan serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.(Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x