x

Groundbreaking Huntap Terpadu Dimulai, 36 Korban Bencana di Tapteng Akan Dapat Rumah Permanen

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Jun 2026 20:54 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Terpadu bagi masyarakat korban bencana alam di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan ibadah pemberkatan yang dipimpin Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga.

Pembangunan huntap ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi kepada Caritas Indonesia dan Keuskupan Sibolga yang telah menginisiasi program kemanusiaan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi sejak proses penyiapan lahan hingga dimulainya pembangunan hunian tetap ini,” ujar Masinton.

Ia menegaskan, pembangunan huntap bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan simbol kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Tapanuli Tengah berkomitmen mengawal proses legalitas lahan serta menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi kawasan hunian tersebut.

“Pemerintah akan menyiapkan legalitas lahan dan pemenuhan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), termasuk jaringan listrik dan air bersih. Caritas Indonesia tidak hanya membangun huntap di Desa Lubuk Ampolu, tetapi juga di wilayah Pasaribu Tobing dan Tukka, selain bantuan air bersih yang telah disalurkan sebelumnya. Semoga pembangunan ini dapat segera selesai sehingga para penerima manfaat bisa menempatinya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, memimpin doa pemberkatan sekaligus memohon kelancaran seluruh tahapan pembangunan.

“Semoga Tuhan memberkati pembangunan rumah hunian tetap bagi saudara-saudari kita yang terdampak musibah bencana alam. Apa yang kita harapkan bersama dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Program EA 23/2025 Sibolga, Pastor Walter Manurung, menjelaskan pembangunan 36 unit hunian tetap di lokasi tersebut merupakan hasil sinergi antara Keuskupan Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam mendampingi masyarakat korban banjir dan longsor.

“Pembangunan 36 unit hunian tetap ini menjadi bukti koordinasi yang baik antara Keuskupan Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Semangat kemanusiaan terus kami kedepankan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Rasa syukur juga disampaikan Adrianus Laoly, perwakilan warga penerima manfaat dari Pagaran Honas dan Lubuk Ampolu. Ia mengaku pembangunan rumah tersebut menjadi harapan besar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

“Terima kasih kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang terus mendampingi kami sejak masa-masa sulit pascabencana. Kami berharap setelah menempati rumah ini nantinya, pemerintah tetap memberikan pendampingan agar kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat dapat kembali pulih,” katanya.

Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya tahap baru pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah melalui kolaborasi pemerintah, lembaga keagamaan, dan organisasi kemanusiaan dalam menghadirkan hunian layak bagi warga terdampak bencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0211/TT Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, para asisten dan pimpinan OPD, Camat Badiri, perwakilan Polsek Pinangsori, Kepala Desa Lubuk Ampolu, jajaran Keuskupan Sibolga, para penerima manfaat, serta masyarakat setempat.(Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x