Tragedi Berulang di Phia Hotel Pandan, Bocah Tewas Akibat Pengawasan Kolam Renang yang Nihil

  • Whatsapp
Foto: Olah TKP dari Personel Polsek Pandan (kiri) dan bocah yang tenggelam saat dievakuasi warga dari kolam renang Pia Hotel Pandan (kanan).

Tapanuli Tengah – Lemahnya pengawasan dan buruknya manajemen keselamatan di area kolam renang Phia Hotel Pandan kembali memakan korban jiwa.
Seorang bocah yang masih berusia 6 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang hotel tersebut, Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Sinarlintasnews.com, korban datang ke Phia Hotel Pandan bersama neneknya untuk berenang di wahana waterpark milik hotel. Untuk memasuki area tersebut, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp25.000 per orang. Namun ironisnya, tidak ditemukan adanya petugas pengawas kolam renang (lifeguard) yang berjaga, meskipun fasilitas tersebut diperuntukkan bagi anak-anak.

Bacaan Lainnya

Sejumlah pengunjung menyayangkan minimnya pengawasan dari pihak manajemen hotel. Padahal, kolam renang dan waterpark merupakan fasilitas berisiko tinggi yang seharusnya diawasi secara ketat demi keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak.

Lebih memprihatinkan, peristiwa tragis ini disebut bukan yang pertama kali terjadi. Seorang pengunjung yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa kasus tenggelam di kolam renang Phia Hotel Pandan sudah kerap terjadi dan telah menelan korban jiwa.

“Ini bukan kejadian pertama. Sudah sering kejadian seperti ini, tapi seolah tidak pernah ada pembenahan dari pihak hotel,” ujar sumber tersebut.

Warga di sekitar lokasi juga menilai, tragedi ini terjadi akibat kelalaian dan lemahnya tanggung jawab manajemen hotel dalam menjamin keselamatan pengunjung.

“Anak itu sudah meninggal dan sudah dibawa ke Sibolga,” ungkap salah satu warga di lokasi kejadian.

Ironisnya, pascakejadian, pihak manajemen Phia Hotel Pandan terkesan lepas tangan. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Dina yang diketahui sebagai pihak marketing Phia Hotel Pandan mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut.

“Saya tidak tahu itu, saya tidak ada di lokasi, saya lagi di luar kota. Itu saja jawaban saya,” Ungkap Dina singkat.

Sementara itu, Manajer Phia Hotel Pandan yang diketahui bernama Jendri memilih bungkam dan tidak memberikan respons meski telah dihubungi melalui sambungan telepon seluler.

Pantauan di lapangan, personel Polsek Pandan terlihat berada di lokasi kejadian. Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan penyegelan sementara area kolam renang Phia Hotel Pandan guna kepentingan penyelidikan.

Tragedi ini kembali menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan serius terkait tanggung jawab serta standar keselamatan yang diterapkan oleh manajemen Phia Hotel Pandan dalam mengelola fasilitas umum berisiko tinggi.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah juga diminta untuk melakukan tindakan tegas kepada pihak Pia Hotel Pandan guna mencegah korban jiwa berikutnya.(Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *