TAPANULI TENGAH – Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan melaksanakan aksi kemanusiaan berupa pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis bagi para pengungsi korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (6/1/2026).
Kegiatan pengobatan gratis ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim BAGUNA DPP PDI Perjuangan, Dr. Steven Simanungkalit. Ia menjelaskan bahwa kehadiran tim BAGUNA di Tapteng merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sebagai bentuk nyata kepedulian partai terhadap masyarakat terdampak bencana.
“Kami ke wilayah Sumatera membawa 30 unit ambulans yang dibagi untuk tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Khusus di Tapanuli Tengah, kami menurunkan sembilan ambulans, lima dokter, delapan perawat, serta puluhan relawan,” ujar Dr. Steven.

Selain tenaga medis dan ambulans, BAGUNA DPP PDI Perjuangan juga membawa bantuan obat-obatan gratis yang berasal dari Ketua Bidang Kesehatan DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, serta dukungan penuh dari BAGUNA yang diketuai oleh Tri Rismaharini. Dr. Steven menambahkan, dirinya mendapat mandat khusus untuk menangani kegiatan kemanusiaan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan wujud pengamalan slogan PDI Perjuangan, “menangis dan tertawa bersama rakyat”, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Tujuan utama kami adalah melayani masyarakat yang terkena banjir dan longsor di Tapteng. Kegiatan pengobatan hari ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Posko Pengungsian Terpadu Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, serta Lingkungan IV Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut,” jelasnya.
Layanan kesehatan diberikan kepada seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa, ibu hamil, hingga lanjut usia. Dr. Steven menyebutkan bahwa kegiatan pengobatan gratis ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu bulan di sejumlah kabupaten yang terdampak bencana.
“Ini murni aksi kemanusiaan sebagai bentuk empati dan solidaritas kami kepada para korban bencana. Kami berharap layanan kesehatan ini dapat membantu meringankan beban para pengungsi,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan, penyakit yang paling banyak dikeluhkan para pengungsi antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, serta luka-luka akibat bencana. Sementara pada anak-anak, tim medis menemukan sejumlah kasus serius seperti tumor di bagian wajah, epilepsi yang dipicu kondisi lingkungan pascabencana, serta diare.
Sementara itu, salah seorang pengungsi, Netty Herawati Nasution (59), warga Lingkungan IV Sidomulyo, Kecamatan Lumut, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian BAGUNA DPP PDI Perjuangan yang datang memberikan pelayanan kesehatan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan benar-benar membantu kami di masa sulit seperti sekarang. Pengobatan gratis ini meringankan beban kami sebagai korban bencana,” ungkap Netty.
Terpisah, Camat Badiri, Ahmad Saufi Pasaribu, menjelaskan bahwa jumlah pengungsi yang berada di Posko Pengungsian Terpadu Kebun Pisang saat ini mencapai sekitar 777 jiwa. Para pengungsi tersebut berasal dari empat desa terdampak, yakni Desa Pagaran Honas, Aek Bontar, Lubuk Ampolu, dan Kebun Pisang.
Ia menegaskan bahwa para pengungsi masih sangat membutuhkan perhatian, khususnya di bidang kesehatan, mengingat kondisi pascabencana yang rentan terhadap munculnya berbagai penyakit. Ahmad Saufi juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk DPP PDI Perjuangan, yang turun langsung memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di posko pengungsian.
Dalam kegiatan tersebut juga turut hadir Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Tapteng, Sarma Hutajulu yang turut membagikan logistik kepada pengungsi. (Jerry).






