Rapat Paripurna Memanas, Bupati Tapteng Siap Seret Oknum DPRD ke Jalur Hukum

  • Whatsapp
Foto: Bupati Tapanuli Tengah 🥬Masinton Pasaribu bersama wakil Bupati, Mahmud Efendi saat menyerahkan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada Ketua DPRD Tapteng, Ahmad Rivai Sibarani didampingi Wakil Ketua, Disman Sihombing pada Selasa (23/9/25) di Gedung DPRD Tapteng.

Tapanuli Tengah – Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah terkait Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 pada Selasa (23/9/25) mendadak memanas. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melontarkan pernyataan tegas yang menohok Fraksi NasDem usai menanggapi pandangan umum mereka.

Dalam nada tinggi, Masinton menegaskan bahwa mekanisme perubahan APBD telah dijalankan sesuai aturan.

Bacaan Lainnya

“APBD 2025 adalah mekanisme peraturan kepala daerah. Perubahan ini mengacu pada Permendagri Nomor 15 Tahun 2024. Kalau DPRD tidak membahas sampai minggu kedua Agustus, maka Bupati wajib menerbitkan keputusan. Itu yang saya lakukan tanggal 22 Agustus 2025. Jadi ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal aturan,” ujarnya.

Bupati juga menepis tudingan miring soal perayaan HUT Pemkab Tapteng ke-80 yang disebut menggunakan anggaran ilegal.

“Kegiatan itu bagian dari perayaan kemerdekaan RI, dan dananya bersumber dari pembiayaan yang sah serta tidak mengikat. Jadi jangan digoreng-goreng seolah kegiatan ilegal, apalagi pakai biaya ilegal,” sindir Masinton.

Tak berhenti di situ, Masinton memperingatkan bahwa kritik harus dibedakan dengan fitnah.

“Silakan kritik, silakan beri masukan. Tapi jangan main-main dengan hoaks atau ujaran kebencian. Itu berbeda urusan. Kritik yang sehat kita terima, tapi kalau sudah fitnah, kita tidak akan diam,” tegasnya.

Ia bahkan menyinggung kebiasaan sebagian pihak melaporkan isu ke media sosial tanpa dasar yang jelas.

“Kalau hanya katanya, tanpa fakta, itu bisa jadi pencemaran nama baik. Hati-hati. Di ruang paripurna ada imunitas, tapi di luar itu, termasuk di media sosial, semua ada konsekuensi hukum. Selesai pembahasan P-APBD ini, saya akan laporkan supaya kita semua tertib dan disiplin,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut sontak membuat ruang paripurna riuh. Masinton mengingatkan bahwa dirinya tidak akan diam terhadap manuver politik yang menurutnya berlebihan.

“Kalau ada yang ingin menggoreng, kami tidak akan diam. Semakin ditekan, saya semakin asik. Jadi jangan salah kira, diam bukan berarti lemah, tapi itulah kekuatan kami,” pungkasnya dengan nada penuh sindiran.

Pernyataan keras Bupati Tapteng itu langsung menjadi sorotan. Alih-alih tunduk pada kritik, Masinton balik mengingatkan DPRD agar berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang publik, agar tidak tergelincir dari kritik sehat menjadi fitnah politik. (Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *