x

Pastikan Keamanan Pangan, Dinkes Tapteng Inspeksi Produksi Tempe di Lapas Sibolga

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Okt 2026 13:32 sinarlintas

Sinarlintasnews.com | Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Dinkes Tapteng) melaksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap sarana produksi tempe di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses produksi pangan memenuhi standar higiene dan sanitasi serta menghasilkan produk yang aman dikonsumsi.

Inspeksi tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan, S.Kep., Ners., M.Kes., bersama tim kesehatan Dinkes Tapteng dan perwakilan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Tapanuli Tengah.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mengidentifikasi potensi risiko pencemaran pangan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sanitasi di lingkungan produksi tempe Lapas Kelas IIA Sibolga.

Lisnawati Panjaitan menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek yang berpengaruh terhadap keamanan pangan, mulai dari kebersihan bangunan dan fasilitas produksi, ketersediaan air bersih, kelayakan peralatan pengolahan, hingga higiene perorangan para penjamah pangan.

“Pemeriksaan IKL ini meliputi pengamatan menyeluruh, mulai dari kebersihan sarana dan bangunan, ketersediaan air bersih, kelayakan alat pengolahan, hingga higiene perorangan para penjamah pangan. Kami ingin memastikan tempe yang diproduksi tidak hanya lezat dan bergizi, tetapi juga benar-benar higienis dan terbebas dari kontaminasi,” ujar Lisnawati.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, pengelola sarana produksi tempe di Lapas Kelas IIA Sibolga diimbau untuk terus menjaga kelayakan sanitasi dan meningkatkan standar kebersihan di seluruh area produksi.

Aspek yang telah memenuhi persyaratan perlu dipertahankan secara konsisten. Sementara itu, aspek yang masih memerlukan pembenahan diharapkan segera ditindaklanjuti agar proses produksi semakin memenuhi ketentuan kesehatan lingkungan dan keamanan pangan.

Sebagai tindak lanjut, Dinkes Tapteng memberikan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kualitas produksi dan mencegah risiko kontaminasi pangan.

Rekomendasi tersebut meliputi pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) higiene sanitasi pangan bagi petugas dan penjamah pangan, peningkatan kebersihan area produksi, pemenuhan ketersediaan air bersih, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan peralatan pengolahan.

Selain itu, pengelola juga direkomendasikan menerapkan sistem pengelolaan sampah dan limbah cair secara tepat dan teratur. Pengujian sampel produk tempe di laboratorium resmi turut menjadi langkah penting untuk menilai keamanan dan mutu pangan sebagai bagian dari upaya pemenuhan persyaratan menuju penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Melalui inspeksi ini, Dinkes Tapteng berharap pengelolaan sarana produksi tempe di Lapas Kelas IIA Sibolga semakin memperhatikan aspek kesehatan lingkungan, kebersihan, dan keamanan pangan.

Sinergi antara Dinkes Tapteng, pihak Lapas, dan pemangku kepentingan terkait diharapkan mampu mendukung terwujudnya sarana produksi pangan yang higienis dan aman, sekaligus menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang produktif bagi warga binaan pemasyarakatan. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x