x

Respons Keluhan Petani, Bupati Masinton Perintahkan Normalisasi Sungai dan Irigasi di Sipange

waktu baca 2 menit
Kamis, 1 Okt 2026 12:19 sinarlintas

Sinarlintasnews.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat dan petani dengan melakukan normalisasi sungai dan saluran irigasi di Lingkungan Purba Tua, Kelurahan Sipange, Kamis (1/10/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan infrastruktur pengairan yang rusak akibat bencana banjir bandang, sekaligus memastikan lahan pertanian warga kembali mendapatkan pasokan air untuk mendukung aktivitas bercocok tanam.

Normalisasi ini menyasar Sungai Purba Tua, Sungai Aek Tarutung, serta saluran irigasi yang sebelumnya terputus akibat terjangan banjir bandang.

Penanganan tersebut merupakan tindak lanjut atas kunjungan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, ke lokasi untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat.

Bupati Masinton menegaskan, Pemkab Tapteng berkomitmen memperbaiki seluruh wilayah terdampak bencana secara bertahap dan terukur, dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan serta kendala yang dihadapi di lapangan.

“Semua wilayah yang terdampak akan kita perbaiki, tetapi pelaksanaan pengerjaannya tidak seperti membalikkan telapak tangan. Ini kita lakukan secara bertahap,” ujar Masinton saat meninjau kegiatan tersebut.

Menurutnya, penanganan pascabencana membutuhkan proses dan perencanaan yang matang. Terlebih, curah hujan di wilayah Tapanuli Tengah masih cukup tinggi sehingga menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Selain pemulihan aliran sungai, pemerintah daerah juga memprioritaskan perbaikan saluran irigasi karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan sektor pertanian dan perekonomian masyarakat.

Terputusnya pasokan air sebelumnya menyebabkan lahan pertanian warga tidak dapat diolah secara optimal. Karena itu, normalisasi dilakukan untuk membuka kembali jalur irigasi agar kegiatan pertanian dapat berangsur pulih.

“Pertanian warga sangat penting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan memulihkan aktivitas ekonomi mereka. Makanya, irigasi ini kita buka kembali jalurnya agar lahan pertanian bisa diolah dan produktif kembali,” katanya.

Masinton juga menekankan bahwa normalisasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kawasan hulu hingga hilir. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan aliran air berjalan lancar sekaligus mengurangi risiko genangan dan banjir yang dapat mengancam permukiman warga.

“Kita tidak hanya berfokus di hulu saja, tetapi hilir juga harus dinormalisasi agar aliran air bisa mengalir dengan lancar sehingga tidak membanjiri pemukiman masyarakat,” tegasnya.

Melalui penanganan tersebut, Pemkab Tapteng berharap fungsi sungai dan saluran irigasi di Kelurahan Sipange dapat kembali optimal. Pemulihan infrastruktur ini diharapkan membantu petani mengolah kembali lahan mereka serta mempercepat pemulihan kehidupan dan perekonomian masyarakat pascabencana. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x