Masinton Pasaribu Resmikan Sekolah Sementara di Tukka, Tekankan Semangat Belajar Siswa

  • Whatsapp

TAPANULI TENGAH – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, meresmikan sekaligus melakukan serah terima ruang belajar sementara bagi siswa SDN 155683 di Desa Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, Kamis (30/4/2026).

Fasilitas ini dibangun sebagai respons atas kerusakan sekolah akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025 di wilayah Hutanabolon.

Bacaan Lainnya

Pembangunan ruang belajar sementara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Save the Children, PT Lion Super Indo, serta dukungan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi membantu pemulihan sektor pendidikan pascabencana. Ia menegaskan bahwa meskipun bangunan sekolah mengalami kerusakan, semangat belajar para siswa tidak boleh ikut runtuh.

“Sekolah ini mungkin sederhana dan bersifat sementara, tetapi dari tempat inilah kita berharap lahir generasi hebat guru, dokter, TNI, Polri, bahkan pemimpin masa depan,” ujar Masinton.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menargetkan pembangunan kembali sekitar 70 unit sekolah rusak dalam tahun ini, termasuk pembangunan infrastruktur jalan, hunian tetap, serta fasilitas layanan dasar seperti puskesmas di wilayah terdampak.

“Prinsip pembangunan pascabencana adalah membangun lebih kuat, aman, dan tangguh. Kami mohon masyarakat bersabar karena semua proses mengikuti mekanisme penganggaran dan legalitas lahan,” tambahnya.

Masinton turut menyampaikan terima kasih kepada Raynol Hermes Tambunan yang telah menghibahkan lahannya untuk pembangunan ruang belajar sementara tersebut.

Sementara itu, perwakilan Board Save the Children, Fransiska Sontiara Savitri, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para guru dan siswa agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal meski dalam kondisi darurat.
“Kami ingin anak-anak tetap semangat belajar, berkreasi, dan berinteraksi. Ini adalah langkah awal untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Perwakilan PT Lion Super Indo, Yuvlinda Susanta, menegaskan bahwa pembangunan ruang belajar sementara ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak terdampak bencana.

“Bangunan ini mungkin sementara, tetapi harapan dan cita-cita anak-anak tidak boleh tertunda. Ini adalah wujud nyata solidaritas kami untuk memastikan pendidikan tetap berjalan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa bantuan tersebut diharapkan menjadi awal hubungan berkelanjutan antara pihaknya dengan masyarakat Tapanuli Tengah.

Kegiatan peresmian ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Johannes Saruksuk, Kadis Pora Jones Siburian, serta Kasat Pol PP Dodi Gultom, bersama tokoh masyarakat dan para guru. (Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *