Natal Nasional Digelar di Tapteng, PDIP Rayakan Bersama Korban Bencana dan Gelar Layanan Kesehatan Gratis

  • Whatsapp
Foto: Ketua Bidang Kesehatan DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning.

Tapanuli Tengah – Ketua Bidang Kesehatan DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, menyatakan bahwa pelaksanaan Natal Nasional di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga merupakan bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana alam.

Ribka menegaskan, keputusan lokasi Natal Nasional tersebut merupakan arahan langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang menginginkan perayaan Natal tidak dilakukan secara eksklusif di hotel atau gedung mewah.

“Perintah Ibu Mega jelas, Natal Nasional tidak dirayakan di satu hotel atau gedung mewah, tetapi dirayakan bersama saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana alam,” ujar Ribka.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Natal Nasional tahun ini mengikuti pola yang sama seperti tahun sebelumnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana letusan gunung. Tahun ini, kegiatan difokuskan di Tapanuli Tengah yang juga mengalami bencana alam.

Natal Nasional di Tapteng dijadwalkan berlangsung hingga 25 Desember, dengan rangkaian kegiatan sosial, termasuk pengobatan gratis, bakti sosial, pembagian sembako, serta kegiatan kemanusiaan lainnya.

Selain itu, pada 23 Januari, bertepatan dengan hari ulang tahun Megawati Soekarnoputri, akan digelar doa bersama dan peringatan sederhana bersama para pengungsi.

Sementara itu, Marinus Gea menyampaikan bahwa Kapal Rumah Sakit Malahayati dihadirkan untuk menjangkau masyarakat yang sulit mendapatkan layanan kesehatan, khususnya wilayah-wilayah yang hanya dapat diakses melalui jalur laut.

“Kapal Malahayati ini dipersembahkan untuk rakyat oleh Ibu Ketua Umum Hj. Megawati Soekarnoputri. Kapal ini hadir untuk menjawab tantangan keterbatasan akses layanan kesehatan masyarakat,” kata Marinus.

Ia mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Tapteng yang memanfaatkan layanan kesehatan sejak hari pertama kapal bersandar. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

“Kita melihat langsung bahwa pelayanan kesehatan ini sangat dibutuhkan, terutama oleh masyarakat yang belum mampu atau belum terjangkau oleh layanan kesehatan negara,” ujarnya.

Marinus menambahkan, Kapal Malahayati sebelumnya telah melayani masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh yang juga terdampak bencana alam pada 2025 lalu.

Kapal Malahayati dijadwalkan berada di Tapteng hingga 24 Januari, sebelum melanjutkan pelayanan ke wilayah Jawa. Selama beroperasi, kapal menyediakan pemeriksaan kesehatan, layanan dokter, operasi ringan, serta sistem rujukan ke rumah sakit terdekat apabila ditemukan penyakit yang memerlukan penanganan lanjutan.

“Peralatan kesehatan di Kapal Malahayati cukup memadai untuk pelayanan kesehatan dasar dan operasi kecil,” pungkasnya.(Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *