Tapanuli Tengah – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, meresmikan Fansuri Arboretum Situs Bongal yang berlokasi di Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri, sebagai upaya menghidupkan kembali jejak sejarah kejayaan maritim dan perdagangan rempah-rempah Nusantara, Kamis (21/8/25).
Dalam sambutannya, Bupati Masinton menekankan pentingnya pemerataan pembangunan antara Pantai Timur dan Pantai Barat Sumatera. Menurutnya, selama ini pembangunan cenderung terpusat di kawasan timur yang menjadi jalur perdagangan internasional di Selat Malaka, sementara pantai barat terlupakan.
“Orientasi pembangunan nasional kita masih bertumpu di kawasan Pantai Timur. Kita harus bersuara bersama agar ada keseimbangan pembangunan. Pantai barat yang dahulu berjaya kini tertinggal, padahal dari sinilah sejarah Nusantara pernah bersinar,” ujar Masinton.
Peresmian arboretum ini bukan hanya untuk konservasi lingkungan, tetapi juga menjadi pusat edukasi botani dan sejarah. Situs Bongal dikenal sebagai salah satu titik penting dalam jalur perdagangan rempah dunia. Masinton mengingatkan agar masyarakat menjaga warisan budaya dan lingkungan, serta tidak lagi mengandalkan monokultur seperti sawit.
“Rempah-rempah inilah yang membuat Nusantara dikunjungi pedagang dari berbagai benua. Sekarang kita harus kembali menghargai kekayaan tumbuhan kita, bukan hanya sawit. Kita harus kembangkan tanaman yang bernilai dan menjaga keseimbangan ekosistem,” tegasnya.
Bupati juga mendorong Dinas Pendidikan untuk menjadikan kunjungan ke arboretum dan museum sebagai bagian dari kurikulum ekstrakurikuler sekolah. Ia berharap generasi muda mendapatkan inspirasi dari kejayaan masa lampau untuk membangun masa depan.
Selain itu, Masinton menekankan pentingnya penegakan aturan dalam pengelolaan lingkungan dan kawasan perlindungan. Ia berkomitmen agar situs Bongal dapat ditingkatkan statusnya menjadi situs nasional, bahkan internasional.
Peresmian ini dihadiri oleh perwakilan Balai Arkeologi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta tokoh masyarakat setempat. Fansuri Arboretum diharapkan menjadi destinasi edukasi dan wisata sejarah yang membangkitkan kembali identitas maritim Tapanuli Tengah di mata dunia.
Dengan peresmian Fansuri Arboretum Situs Bongal, Pemkab Tapanuli Tengah bertekad mengangkat situs ini menjadi warisan budaya nasional, bahkan internasional. Diharapkan kawasan ini bukan hanya menjaga memori kejayaan masa lalu, tetapi juga menjadi magnet wisata sejarah yang mengangkat nama Tapanuli Tengah ke dunia. (Jerry).






