Cegah Penyebaran Virus Corona, TNI-Polri Tapteng Gelar Diskusi Bersama Forkopimda dan Masyarakat.

  • Whatsapp

TAPANULI TENGAH – SINARLINTASNEWS.COM – Guna antisipasi dan pencegahan dan penyebaran terhadap epindemi Virus Corona/COVID-19, Polres Tapanuli Tengah, Polda Sumatera Utara menggelar Diskusi Penanganan (Covid-19) bersama TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Insan Pers, dan Masyarakat di Aula Mapolres Tapanuli Tengah, Senin (23/3/2020).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat, SH, SIK, MH turut dihadiri oleh Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex, Dandenpom 1/2 Sibolga Letkol CPM Hasanuddin Siagian, Unsur Forkopimda Tapanuli Tengah, Ormas, Tomas, KNPI Tapteng.

Dalam arahannya Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat, SH, SIK, MH mengungkapkan, kegitan tersebut merupakan menindaklanjuti arahhan pemerintah pusat dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Corona.

“Tujuan kegiatan ini adalah mendiskusikan dalam menyepakati langkah-langkah dan masukan dalam pencegahan Covid-19, beberapa kegiatan juga sudah kita lakukan, baik himbauan kepada masyarakat untuk tetap didalam secara patroli, penyemprotan Disinfekta dan upaya lainnya,” Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, SH,SIK, MH.
Dikatakannya, kedepan pihak Polres Tapteng bekerjasama dengan TNI, akan melakukan langkah-langkah untuk lebih tegas demi kebaikan dan keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex juga menerangkan, sejauh ini masyarakat Tapanuli Tengah hingga sampai saat ini tingkat kepercayaan tentang Virus Corona masih kurang. Hal tersebut dapat dilihat dengan rangkaian-rangakaian kegiatan masyarakat yang masih saja banya berkumpul-kumpul, resepsi pernikahan dan lain-lain.

“Menanggapi masalah ini perlu ada rasa Nasional dan meningkatkan kebersamaan dalam mematuhi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan pemerintah. Meliburkan anak sekolah, melarang keluar rumah itu bertujuan untuk memutus mata rantai Penyebaran Virus ini,” jelas Dandim.

Hal senada juga disampaikan Kajari Sibolga Henri Nainggolan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga mengungkapkan, untuk memutus mata rantai virus Corona perlu kerja keras, baik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat hingga ke pedasaan.

“Disini perlu kerjasama dengan para tokoh Agama, Tomas, Toda, Ormas, tidak hanya TNI-Polri saja untuk menyampaikan dan meyakinkan masyarakat dengan pelarangan keluar rumah maupun di tempat keramaian. Virus ini tidak boleh diremehkan” jelasnya.

Sementara itu, Dandenpom 1/2 Sibolga Letkol CPM Hasanuddin Siagian, berharap seluruh masyarakat khususnya Sibolga-Tapteng untuk selalu mewaspadai dan menaati instruksi pemerintah.

“Untuk memutus mata rantai virus covid-19 perlu adanya kerjasama yang baik. Miwaspadasi perkumpulan atau keramaian. Dan kepada orang tua harus benar-benar menjaga anak-anak supaya tidak berkeluyuran diluar rumah. Itu lah sebabnya sekolah diliburkan, ini bukan diliburkan seperti libuaran biasa, makna dirumah itu menghindari keramaian,” jelas Hasanuddin.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tapanuli Tengah Ngadiman KS juga menyatakan, bagi yang beragama Muslim untuk tidak memaksakan sholat jumat di Mesjid dan bisa melakukan ibadah dirumah, sementara untuk kegiatan hajatan, baik resepsi pernikahan perlu untuk dipertimbangkan untuk tidak dilakukan sementara mengingat Virus Corona yang sudah menjadi Wabah Dunia.

“Tidak dipaksakan, Sholat jumat bisa digantikan pada sholat zuhur, dimana saja boleh beribadah. Kemudian hindarilah tempat-tempat keramaian, dan ada baiknya bila resepsi pernihan juga ditunda sementara sebelum keadaan benar-benar steril. Selain itu juga mari kita membiasakan hidup sehat, dimulai dari sendiri dulu juga lingkungan,” Ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.