x

BLT Desa Kebun Pisang Disalurkan, 24 KPM Terima Rp600 Ribu

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Okt 2026 17:13 sinarlintas

Sinarlintasnews.com | Pemerintah Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahap pertama kepada 24 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa (6/10/2026).

Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung Plt Kepala Desa Kebun Pisang, Alexantro Sianipar, dan turut dihadiri Kapolsek Pinangsori Iptu J. Sinurat, Sekretaris Camat (Sekcam) Badiri, Babinsa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Pada tahap pertama ini, masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp600.000, yang merupakan akumulasi bantuan untuk tiga bulan dengan besaran Rp200.000 per bulan.

Plt Kepala Desa Kebun Pisang, Alexantro Sianipar, menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran BLT Dana Desa tahun 2026 mengalami perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, pada tahun sebelumnya penerima BLT mendapatkan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama 12 bulan. Sementara pada tahun ini, bantuan yang dapat disalurkan sebesar Rp200.000 per bulan selama enam bulan.

“Untuk tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Besaran bantuan menjadi Rp200.000 per bulan dan diberikan selama enam bulan. Hal ini menyesuaikan dengan kondisi Dana Desa yang tidak lagi seperti sebelumnya,” ujar Alexantro.

Ia mengatakan, perubahan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian kemampuan anggaran Dana Desa, sehingga pemerintah desa harus menyesuaikan besaran maupun masa penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Alexantro juga mengungkapkan adanya peningkatan jumlah penerima BLT di Desa Kebun Pisang. Jika pada tahun sebelumnya penerima tercatat sebanyak 18 KPM, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 24 KPM.

Penambahan tersebut, kata dia, tidak terlepas dari kondisi masyarakat setelah bencana yang terjadi pada 25 November 2025.

“Kalau tahun sebelumnya penerima BLT sebanyak 18 KPM, tahun ini menjadi 24 KPM. Penambahan ini berkaitan dengan kondisi masyarakat kita pascabencana 25 November tahun lalu, sehingga ada masyarakat yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dan bantuan,” jelasnya.

Ia berharap bantuan yang disalurkan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, terutama bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak ekonomi akibat bencana.

Alexantro juga menegaskan bahwa proses penyaluran dilakukan secara terbuka dengan melibatkan unsur pemerintahan dan pengawasan di tingkat kecamatan maupun desa.

Dengan penyaluran tersebut, Pemerintah Desa Kebun Pisang berharap bantuan BLT dapat memberikan sedikit ruang bagi keluarga penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan kondisi ekonomi pascabencana. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x