TAPTENG – Pemerintah Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, akan melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan sisa material banjir dan longsor pascabencana banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025 lalu. Kegiatan ini bertujuan mempercepat pemulihan lingkungan serta menghidupkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Camat Pandan, Tumbur Sahat M Rajagukguk, mengatakan gotong royong akan dilaksanakan selama empat hari, mulai Jumat hingga Senin, 26–30 Desember 2025.
“Gotong royong akan dilakukan di beberapa titik terdampak, yakni Perumahan Tolang Elok, Perumahan Pandan Asri, Perumahan Pandan Permai, Kelurahan Sibuluan Nauli, serta Kelurahan Sibuluan Raya tepatnya di kawasan Pasar Onan Sibuluan,” ujar Tumbur pada Kamis (25/12/25).
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Pandan mengerahkan sekitar 180 tenaga sukarelawan yang berasal dari masyarakat setempat. Selain tenaga manusia, pihak kecamatan juga telah menyiapkan berbagai peralatan kebersihan, termasuk alat berat untuk membersihkan sisa material longsor yang sulit ditangani secara manual.
“Seluruh peralatan sudah kami siapkan, termasuk alat berat, agar pembersihan bisa berjalan lebih cepat dan maksimal,” jelasnya.
Tumbur juga mengajak warga yang bermukim di sekitar lokasi gotong royong untuk turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, gotong royong bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial.
“Kegiatan ini bertujuan untuk percepatan pembersihan lingkungan kita. Selain itu, kami ingin menghidupkan kembali budaya gotong royong yang selama ini sudah mulai jarang dilakukan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak membiarkan masyarakat bekerja sendiri dalam menghadapi dampak bencana. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kata dia, hadir dan ikut bersama warga membersihkan lingkungan.
“Kami mengajak bapak dan ibu untuk bersama-sama meluangkan waktu bergotong royong. Kita tidak biarkan masyarakat bekerja sendirian, Pemkab Tapanuli Tengah turut hadir dan ambil bagian,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Tumbur berharap lingkungan yang terdampak bencana dapat segera bersih dan kembali layak, sekaligus menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan kepedulian antarwarga.
“Harapan kami, dengan kebersamaan ini, lingkungan kita bisa segera pulih dan masyarakat semakin kuat menghadapi setiap tantangan ke depan,” pungkasnya. (Red).






