Tapanuli Tengah – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, meresmikan Fansuri Arboretum Situs Bongal di Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri. Peresmian ini menjadi langkah penting menghidupkan kembali kejayaan sejarah perdagangan rempah-rempah Nusantara yang pernah menghubungkan Tapanuli Tengah dengan dunia.
Dalam sambutannya, Masinton menekankan bahwa Situs Bongal bukan hanya warisan arkeologi, melainkan bukti kebesaran peradaban pantai barat Sumatera.
“Dulu, pedagang dari Eropa, Timur Tengah, hingga Asia datang ke sini karena rempah-rempah kita. Pantai Barat ini pernah berjaya. Kini saatnya kita bangkit dan jadikan warisan ini inspirasi,” tegas Masinton.
Ia juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang selama ini terpusat di Pantai Timur. Menurutnya, keberadaan Situs Bongal harus menjadi alasan untuk mendorong pemerataan pembangunan.
“Jangan biarkan Pantai Barat terus tertinggal. Kita harus suarakan agar pembangunan berimbang antara timur dan barat,” tambahnya.
Bupati mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dan budaya, serta menjadikan situs ini sebagai pusat edukasi dan penelitian. Ia bahkan berencana menjadwalkan kunjungan rutin sekolah agar generasi muda mengenal sejarah bangsanya.(Jerry).






