Tapanuli Tengah | Sinarlintasnews.com – KPU Tapanuli Tengah (Tapteng) tidak menerima pendaftaran pasangan Masinton Pasaribu-Mahmud Effendi Lubis (MAMA) pada hari terakhir masa perpanjangan pendaftaran calon kepala daerah, Rabu (4/9/2024). sekira pukul 21.30 WIB.
Saat pasangan Masinton-Mahmud yang mendapat dukungan PDIP dan Partai Buruh datang ke Kantor KPU Tapteng, proses pendaftarannya berlangsung dengan drama “penolakan” oleh KPU Tapteng.
Malah terjadi debat kusir antara KPU dan pengurus parpol pengusung Masinton-Mahmud hingga pukul 23.59 WIB.
KPU Tapteng bersikukuh, berkas pencalonan harus diunggah ke sistem informasi pencalonan (Silon) KPU dan tak bisa daftar secara manual.
Anehnya, di awal pertemuan, Ketua KPU Tapteng, Wahid Pasaribu, didampingi komisioner, Fadli Wanri Putra Hutagalung, Helman Tambunan, dan Fahri Zulamin Rambe, mempertanyakan maksud dan tujuan kedatangan pasangan Masinton-Mahmud ke kantor KPU.
Plt Ketua DPC PDIP Tapteng, Sarma Hutajulu, menjelaskan, kedatangan mereka untuk mendaftarkan pasangan Masinton Pasaribu-Mahmud Effendi Lubis sebagai bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng.
“Kami sudah menyampaikan surat pemberitahuan ke KPU Tapteng. Saya teken suratnya, tadi sore (Rabu), bahwa kami akan datang mendaftar pukul 19.00 WIB,” kata Sarma.
Menurut Sarma, di masa perpanjangan pendaftaran calon kepala daerah yang diatur pada PKPU, dijelaskan bahwa perpanjangan pendaftaran dimungkinkan untuk memberikan hak demokrasi bagi masyarakat.
Ada juga pernyataan KPU RI, bahwa parpol yang sudah mengusung calonnya boleh menimang-nimang untuk mengusung calon supaya tidak terjadi kotak kosong.
“Aspirasi itu disahuti oleh PDIP. Maka pada malam ini, saya selaku Plt Ketua DPC PDIP Tapteng diberi mandat oleh DPP PDIP yang sudah kami upload dalam Silon KPU,” kata Sarma.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Sumut itu menjelaskan, pihaknya membawa surat keputusan DPP PDIP nomor 1586/KPTS/DPP/IX/2024 tentang Persetujuan Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng.
“Sekaligus dalam keputusan ini mencabut keputusan DPP PDIP nomor 1159/KPTS/DPP/VIII/2024 tertanggal 22 Agustus 2024,” jelas Sarma.
Sarma Hutajulu mengungkap, seluruh dokumen memang tidak dapat di-upload ke silon KPU. Pihaknya sudah bermohon untuk membuka silon dengan segala persyaratannya, tapi hingga sekarang Silon-nya tidak bisa mengunggah data.
“Kami sudah penuhi semua syarat yang dibutuhkan. Sudah diberikan username-nya tapi kami tak bisa meng-upload dokumen ke Silon KPU. Maka kami akan mendaftar secara manual,” kata Sarma.
Sarma menjelaskan lagi, masa perpanjangan pendaftaran untuk memberikan hak seluas-luasnya kepada masyarakat, KPU membuka ruang supaya tidak terjadi kotak kosong.
“KPU RI juga menyatakan, silakan yang sudah memberikan dukungan untuk memikirkankan ulang apakah sudah fix dengan calonnya,” katanya.
Pada poin b, Pasal 135 PKPU dijelaskan, bahwa, partai politik peserta pemilu atau gabungan partai politik peserta pemilu yang telah diterima pendaftarannya dapat mendaftarkan kembali pasangan calonnya dengan komposisi partai politik peserta pemilu atau gabungan partai politik peserta pemilu yang berbeda.
Sarma pun menegaskan, KPU Tapteng tidak boleh terlalu dalam ikut campur dalam urusan rumah tangga PDIP.
“Siapa pun pasangan calon yang diusung PDIP, maka KPU Tapteng harus menghormati keputusan partai. Kalau KPU Tapteng tidak bersedia menerima pendaftaran kami, tolong kami diberi surat keputusan KPU, sebagaimana yang telah diatur dalam PKPU,” tegasnya.
Setelah berdebat kusir, Plt Ketua DPC PDIP Tapteng, Sarma Hutajulu menyerahkan berkas pencalonan Masinton-Mahmud, tetapi, Ketua KPU, wahid pasaribu, bersama komisioner, Fadli Wanri Putra Hutagalung, Helman Tambunan, dan Fahri Zulamin Rambe tidak mau menerimanya.
Hingga pukul 23.59 WIB, masa perpanjangan pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati resmi ditutup oleh Wahid Pasaribu. (Red).






