TAPANULI TENGAH | Harapan baru bagi masyarakat Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya terwujud dengan diresmikannya Jembatan Modular Tipe-21 oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Senin (8/6/2026).
Peresmian jembatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat, TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana yang selama ini menghambat aktivitas warga.
Dalam sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia serta Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak atas perhatian besar yang diberikan kepada Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya dalam penanganan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.
Menurut Masinton, perhatian tersebut bermula saat kunjungan Presiden bersama Kasad ke Tapanuli Tengah beberapa waktu lalu. Saat itu, berbagai kondisi jembatan yang putus dan akses masyarakat yang terisolasi menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
“Atas perintah Presiden dan tindak lanjut dari Kasad, Pangdam, Danrem, Kodim hingga satuan batalyon di lapangan, belasan jembatan berhasil dibangun di Tapanuli Tengah. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk masyarakat,” ujar Masinton.
Ia menjelaskan, Jembatan Modular Tipe-21 di Desa Lubuk Ampolu yang sebelumnya hanya memiliki bentang sekitar 10 meter kini diperpanjang menjadi 30 meter karena lokasi tersebut berulang kali diterjang bencana alam.
Keberadaan jembatan baru ini diyakini akan sangat membantu mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah akses pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat hubungan antarwilayah dan antardesa di Kecamatan Badiri.
“Jembatan ini bukan hanya penghubung jalan, tetapi juga penghubung harapan masyarakat. Akses yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tambahnya.
Sementara itu, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pembangunan jembatan modular merupakan implementasi langsung dari instruksi Presiden agar TNI membangun jembatan-jembatan sederhana di berbagai daerah Indonesia, terutama wilayah yang terdampak bencana.
Menurutnya, pembangunan jembatan menggunakan konstruksi Bailey, Aramco maupun jembatan gantung dipilih karena mampu menghadirkan solusi cepat dan efektif untuk memulihkan akses masyarakat.
“Sebenarnya jembatan permanen tentu lebih baik. Namun proses pembangunannya membutuhkan biaya yang lebih besar dan waktu yang lebih lama. Karena itu, jembatan modular menjadi solusi yang tepat untuk mengembalikan akses masyarakat dalam waktu singkat tanpa mengurangi faktor keamanan dan kekuatan konstruksi,” kata Maruli.
Kasad mengungkapkan bahwa hingga saat ini TNI AD telah membangun 24 jembatan penghubung di Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Meski demikian, proses pembangunan tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah distribusi material berupa panel baja yang harus dikirim dari Belawan menuju lokasi pembangunan yang sebagian berada di daerah dengan akses terbatas.
“Kami melihat prajurit TNI telah melaksanakan tugas ini dengan sangat baik melalui kerja sama yang erat bersama masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Maruli berharap keberadaan jembatan-jembatan tersebut dapat menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi masyarakat yang sempat mengalami keterpurukan akibat terputusnya akses transportasi.
“Dengan terbukanya kembali akses ini, aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan normal kembali, distribusi barang menjadi lancar, dan kehidupan warga dapat bangkit lebih cepat,” ungkapnya.
Peresmian Jembatan Modular Tipe-21 turut dihadiri Pangdam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, Danrem 023/KS Kolonel Inf Iwan Budiarso, Dandim 0211/TT Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga Desa Lubuk Ampolu yang menyambut penuh antusias peresmian jembatan tersebut.
Dengan hadirnya Jembatan Modular Tipe-21, masyarakat kini memiliki akses yang lebih aman dan layak. Di tengah upaya pemulihan pascabencana, jembatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata yang membawa manfaat jangka panjang bagi pembangunan dan kesejahteraan warga Tapanuli Tengah. (Jerry).
Tidak ada komentar