Tapanuli Tengah – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) membantah tegas informasi yang beredar di media sosial melalui sebuah video yang menyebutkan Bupati Tapanuli Tengah mengusir para pengungsi di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan. Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan menyesatkan.
Bantahan itu disampaikan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setdakab Tapanuli Tengah Basyri Nasution, didampingi Asisten I Jonedi Marbun dan Kepala Dinas Sosial Tapteng Mariati Simanullang, dalam konferensi pers di Ruang Cenderawasih Kantor Bupati Tapteng, Senin (12/1).
Basyri Nasution menegaskan, Bupati Tapanuli Tengah tidak pernah mengusir pengungsi. Ia meminta masyarakat, khususnya para pengungsi, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Terkait pernyataan dalam video yang beredar itu tidak benar. Bupati tidak pernah mengusir pengungsi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya,” tegas Basyri.
Ia menjelaskan, beberapa hari sebelumnya pemerintah menerima informasi adanya warga yang mengungsi di GOR Pandan namun ternyata tidak terdampak bencana. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Tapteng melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan kepala desa dan lurah setempat.
“Hasil pendataan menunjukkan memang ada beberapa keluarga yang tidak terdampak sama sekali. Setelah rumah mereka dibersihkan dan dinyatakan layak huni, sebagian dari mereka dikembalikan ke rumah masing-masing dengan dibekali logistik,” jelasnya.
Sementara itu, bagi pengungsi yang benar-benar terdampak dan masih tinggal di GOR Pandan, Pemkab Tapteng memastikan seluruh kebutuhan mereka tetap difasilitasi sesuai ketentuan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Tapteng, Mariati Simanullang, juga membantah isu adanya makanan basi yang dikonsumsi pengungsi. Ia menegaskan bahwa dapur umum beroperasi sesuai standar dan diawasi secara ketat.
“Kami memasak tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore. Tidak ada makanan yang dimasak pagi untuk dimakan siang, atau siang untuk malam. Semua dimasak untuk sekali makan dan langsung dihabiskan,” tegas Mariati.
Ia menambahkan, pihaknya rutin melakukan pemantauan dan monitoring proses memasak. Bahkan, makanan yang disajikan di dapur umum juga dikonsumsi oleh petugas dan pegawai dinas.
“Apa yang dimakan pengungsi, itu juga yang kami makan. Jadi tidak benar kalau ada isu nasi basi,” katanya.
Asisten I Jonedi Marbun turut menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut tidak sesuai fakta. Ia menyebutkan bahwa pemuda yang ada dalam video itu bahkan bukan pengungsi di GOR Pandan.
“Sejak awal bencana, kami melayani para pengungsi dengan baik tanpa membedakan siapa pun. Kami juga membuka ruang bagi warga yang ingin mengungsi, baik di GOR Pandan, Kecamatan Tukka, maupun di Badiri,” ujar Jonedi.
Ia menjelaskan, pemerintah tetap membuka posko pengungsian bagi warga terdampak, termasuk bagi mereka yang sebelumnya tinggal di rumah kerabat dan ingin beralih ke lokasi pengungsian resmi sembari menunggu pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terus bekerja keras melakukan percepatan pemulihan pascabencana serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana. (Jerry).






