SPPG Diluncurkan di Tukka, Tapteng Siap Wujudkan Generasi Sehat dan Sejahtera

  • Whatsapp
Foto: Pemina Yayasan Generasi Bangsa Tapanuli Tengah menggunting Pita Launching dapur SPPG Tukka.

TAPANULI TENGAH – Yayasan Generasi Bangsa Tapanuli Tengah secara resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Humala Tambunan, Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (7/11/2025). Kehadiran program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.

Program Menuju Bangsa Gizi (MBG) yang dijalankan Yayasan Generasi Bangsa ini merupakan program unggulan Presiden RI yang kini telah mendapat pengakuan dunia, bahkan WHO menyatakan dukungan terhadap pelaksanaannya.

Bacaan Lainnya

Ketua Yayasan Generasi Bangsa Tapanuli Tengah, Hasva Pasaribu, menyampaikan bahwa keberadaan MBG di Tapteng diharapkan mampu memberi manfaat besar bagi masyarakat Tukka dan sekitarnya.

“Kami ingin menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. MBG bukan hanya program nasional, tapi sudah menjadi program dunia. Karena itu, kami berharap dukungan penuh dari masyarakat untuk menyukseskan pelaksanaannya,” ujar Hasva.

Hasva menargetkan, untuk wilayah Tapanuli Tengah akan ada 75 ribu penerima manfaat MBG, dengan persiapan 24 dapur gizi. “Hari ini baru launching perdana, minggu depan kita rencanakan membuka 15 dapur tambahan lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Generasi Bangsa Tapteng, Cindy Novisa Tambunan, menjelaskan bahwa tahap awal pihaknya telah menyalurkan bantuan gizi kepada 1.536 penerima manfaat, dan pada tahap berikutnya akan meningkat menjadi 2.000 hingga 3.000 penerima. Program ini menjangkau 15 sekolah di Kecamatan Tukka, mulai dari tingkat TK, SD, SMP/MTS, hingga SMA sederajat.

“Dalam dua minggu ke depan, kami juga akan memperluas sasaran kepada balita dan ibu hamil,” kata Cindy.

Untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan, Cindy menyebutkan bahwa pihaknya melibatkan 31 orang tenaga kerja serta ahli gizi dalam proses pengolahan makanan.

“Proses memasak dimulai pukul 02.00 dini hari dan paling lambat pukul 10.00 sudah didistribusikan. Semua bahan, mulai dari lauk hingga sayur, diseleksi ketat. Kami juga melibatkan pelaku UMKM lokal agar program ini memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan launching tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, yang menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program ini.

“Kami dari Dinas Kesehatan tentu sangat mendukung. Kami akan berperan aktif dalam penyusunan standar gizi, pengawasan kualitas pangan, sosialisasi gizi seimbang, serta pelatihan bagi petugas dapur,” ujar Lisnawati.

Ia menambahkan, SPPG diharapkan tidak hanya menjadi simbol program, tetapi benar-benar menjadi wadah pelayanan nyata yang memberikan dampak terhadap penurunan angka stunting dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang.

“Mari kita jadikan SPPG ini sebagai gerakan bersama menuju masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif melalui pemenuhan gizi yang optimal,” tutup Lisnawati.

Peluncuran SPPG Yayasan Generasi Bangsa Tapanuli Tengah ini menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk membangun generasi sehat dan berdaya saing, sekaligus mendukung program nasional dan dunia dalam pemenuhan gizi masyarakat.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri, para Staf Ahli Bupati, Camat Tukka, serta masyarakat sekitar. (Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *