Tapanuli Tengah – Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Mahmud Efendi Lubis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru, atas kepeduliannya terhadap masyarakat Tapteng melalui kegiatan operasi katarak gratis yang dilaksanakan di RSUD Pandan, Sabtu (18/10/2025).
Dalam kegiatan bertajuk “Buka Mata, Lihat Indahnya Dunia” itu, PTAR bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah memberikan layanan operasi katarak secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi warga kurang mampu.
Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis mengatakan bahwa kegiatan sosial seperti ini sangat membantu masyarakat, sekaligus menunjukkan komitmen PTAR dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Agincourt Resources atas kepedulian dan kontribusinya terhadap masyarakat. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan patut menjadi contoh bagi perusahaan lain,” ujar Mahmud Efendi.
Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan PTAR dapat terus berlanjut dan semakin diperluas di masa mendatang.
“Kalau bisa jangan hanya operasi katarak saja, tetapi juga tindakan operasi lain atau layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat Tapteng ke depan dapat dibantu oleh PTAR,” tambahnya.
Kegiatan operasi katarak gratis tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima manfaat. Banyak di antara mereka merasa terbantu karena mendapatkan kembali penglihatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Langkah PTAR ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia industri dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sementara itu, PLT Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha seperti PTAR menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Agincourt Resources yang telah membantu masyarakat melalui operasi katarak gratis ini. Program seperti ini bukan hanya mengembalikan penglihatan pasien, tetapi juga mengembalikan semangat dan kualitas hidup mereka,” ujar Lisnawati.
Ia juga menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Tapteng akan terus membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta untuk melaksanakan program-program sosial di bidang kesehatan, baik melalui layanan pengobatan, pemeriksaan kesehatan gratis, maupun edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata.
Kegiatan operasi katarak gratis tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima manfaat. Banyak di antara mereka merasa terbantu karena mendapatkan kembali penglihatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Langkah PTAR ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia industri dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sebelumnya, Senior Manager PTAR, Christine Pepah, mengatakan kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di Tapteng, dengan target 150 mata katarak selama dua hari pelaksanaan.
“Program ini adalah kontribusi nyata perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan,” ujarnya.
Christine menjelaskan, operasi katarak gratis merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang telah dijalankan sejak tahun 2011. Melalui program ini, PTAR ingin membantu masyarakat mendapatkan kembali penglihatannya agar dapat kembali produktif dan mandiri, sekaligus membawa dampak positif bagi keluarga dan komunitas sekitar.
“Tahun ini kami kembali bekerja sama dengan RS Mata Mencirim 77 Medan, yang telah berpengalaman menangani operasi katarak sejak 2005,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RS Mata Mencirim 77 Medan, dr. Syarifuddin, menjelaskan bahwa katarak ditandai dengan gejala seperti pandangan kabur, kesulitan melihat di malam hari, perubahan ukuran kacamata yang sering, hingga munculnya lingkaran cahaya saat melihat sumber cahaya.
“Untuk operasi, kami menggunakan teknik manual small incision cataract surgery, dengan waktu tindakan sekitar 10–15 menit dan masa pemulihan sekitar satu bulan,” jelasnya.
Syarifuddin juga menambahkan, untuk pasien anak-anak yang tidak kooperatif di meja operasi, pihaknya akan melakukan tindakan dengan bius umum di Medan.
“Kami sudah banyak menjumpai anak-anak yang menderita katarak. Mereka adalah anak-anak kita yang membutuhkan pertolongan,” tuturnya. (Jerry).






