x

Cegah DBD di Musim Hujan, Dinkes Tapteng Serentakkan Fogging di 20 Kecamatan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 3 Okt 2026 20:23 sinarlintas

Sinarlintasnews.com | Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengerahkan 25 Puskesmas yang tersebar di 20 kecamatan untuk melaksanakan fogging atau pengasapan secara serentak pada Sabtu (3/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama di tengah musim penghujan.

Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan, S.Kep.Ns., M.Kes., AKK., mengatakan pelaksanaan fogging difokuskan pada wilayah yang telah ditemukan kasus DBD serta daerah yang berpotensi tinggi menjadi lokasi penularan.

Menurut Lisnawati, upaya pencegahan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa. Selain pengasapan, petugas kesehatan juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan, lurah, dan kepala desa serta bekerja sama melakukan langkah-langkah pencegahan penyakit sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas. Seluruh Puskesmas kita kerahkan melaksanakan fogging serta menyosialisasikan cara hidup sehat kepada masyarakat,” ujar Lisnawati.

Sebelum pelaksanaan fogging serentak, para camat, lurah, dan kepala desa di masing-masing wilayah juga telah menggerakkan kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk.

Meski demikian, Dinas Kesehatan menegaskan bahwa fogging saja tidak cukup untuk memutus rantai penularan DBD. Peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah perkembangbiakan nyamuk menjadi faktor penting dalam upaya pengendalian penyakit tersebut.

Karena itu, masyarakat diimbau rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air minimal satu kali seminggu, menutup rapat wadah penampungan air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air.

Sementara itu, langkah tambahan atau Plus dapat dilakukan dengan menaburkan bubuk abate sesuai petunjuk penggunaan, memakai obat antinyamuk, tidak menggantung pakaian bekas, serta memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan di dalam rumah berjalan dengan baik.

Lisnawati berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan upaya pemerintah, tetapi juga menjadikan kebersihan lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.

“Untuk itu, kami mengimbau masyarakat Tapanuli Tengah: ayo jaga kebersihan lingkungan demi Tapanuli Tengah yang sehat dan bebas DBD,” pungkasnya. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x