Di Tengah Duka Bencana Tapteng, Pangdam I/BB Salurkan Bantuan dan Dirikan Dapur Umum di Sitahuis 

  • Whatsapp
Foto: Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa saat menyalurkan bantuan logistik ke Posko pengungsian di Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis.

Tapanuli Tengah – Di tengah duka akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah, kehadiran TNI AD menjadi secercah harapan bagi masyarakat terdampak. Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa turun langsung meninjau dan menyalurkan bantuan logistik serta layanan kesehatan kepada warga di Posko Pengungsian Dusun II, Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sitahuis, Selasa (23/12/25).

TNI AD menyalurkan bantuan sembako, obat-obatan, serta menyediakan tenaga medis guna memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terjaga. Pangdam I/BB menegaskan bahwa kehadiran TNI merupakan bentuk nyata kepedulian negara kepada rakyat yang sedang tertimpa musibah.

Bacaan Lainnya

“Kami dari TNI AD hadir untuk meringankan beban masyarakat. Salah satunya membantu secepat mungkin agar masyarakat bisa keluar dari kesulitannya, dengan menyalurkan bantuan sembako, obat-obatan, dan menyediakan layanan kesehatan,” ujar Mayjen TNI Hendy Antariksa.

Selain bantuan logistik dan layanan medis, TNI AD juga mendirikan dapur umum dengan kapasitas memasak hingga 500 bungkus sekali masak. Dapur umum tersebut beroperasi tiga kali sehari untuk memastikan kebutuhan pangan warga pengungsi terpenuhi.

“Di dapur umum ini kami menyediakan 500 bungkus nasi pagi, 500 siang, dan 500 malam. Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban masyarakat. Kalau ada warga yang kesulitan makan sampai perekonomian kembali pulih, silakan datang ke sini. Kita harus yakin negara hadir untuk rakyat,” tegas Pangdam.

Pangdam juga menyampaikan bahwa pelayanan di posko pengungsian akan terus diupayakan hingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Saat ini, salah satu kendala utama yang dihadapi warga adalah terputusnya akses jalan akibat longsor.

“Dari Baru Lobang sampai Simaninggir terdapat empat titik jalan yang putus. Kita berharap ini bisa segera diselesaikan,” katanya.

Terkait perbaikan infrastruktur, Pangdam menjelaskan bahwa Kementerian PUPR melalui Hutama Karya masih melakukan analisis terhadap kondisi tanah di lokasi longsor untuk menentukan apakah jalur lama masih aman digunakan atau perlu alternatif lain. Kajian mendalam diperlukan agar tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat.

Di tengah keterbatasan dan kehilangan, rasa syukur dan haru dirasakan para korban. Ida Jonor Hutagalung (54), warga Dusun I Desa Bonan Dolok yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pangdam dan jajaran TNI AD.

“Terima kasih Pak Jenderal sudah turun langsung melihat kondisi kami dan memberikan bantuan. Walaupun saya kehilangan rumah, kami merasa tidak sendiri. Ada TNI AD yang memperhatikan kami, mulai dari makanan sampai layanan kesehatan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga mengaku sangat terbantu dengan keberadaan dapur umum. “Kami diberi makan tiga kali sehari. Bapak-bapak TNI yang langsung memasak, menghidangkan, dan membagikannya kepada kami. Ini sangat berarti bagi kami di saat sulit seperti sekarang,” ujarnya.

Kehadiran TNI AD di tengah masyarakat terdampak banjir dan longsor bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan bahwa negara tidak tinggal diam dan terus berdiri bersama rakyat dalam menghadapi cobaan. (Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *