Tapanuli Tengah | Sinarlintasnews.com – Himpunan Mahasiswa Sibolga-Tapanuli Tengah (Jakarta, Medan, Pekanbaru dan Yogyakarta) angkat bicara menyikapi dinamika politik demokrasi di Kabupaten Tapanuli Tengah yang mempertontonkan pengangkanngan hak demokrasi.
Sejumlah mahasiswa menilai, Kondisi Politik di Kabupaten Tapanuli Tengah saat ini sangat memprihatinkan, keamburadulan yang dipertontonkan pejabat publik terkhususnya KPU Kabupaten Tapanuli dengan menunjukkan sikap yang diduga ke tidak netralan dianggap sebagai kemunduran demokrasi yang berdampak pada semakin rusaknya tatanan pemerintahan yang akan datang.
Hal tersebut turut disampaikan Peri Silaban dalam menanggapi surat Keputusan KPU RI per tanggal 11 September 2024 terkait penerimaan kembali pendaftaran pasangan calon yang sebelnya ditolak KPU Tapteng dimasa perpanjangan waktu pendaftaran.
Peri Silaban menegaskan, keputusan KPU RI tersebut merupakan sebuah semangat dan tujuan dalam menuntun demokrasi kembali ke jalur yang lebih baik
“Kitabharus menghargai dan menerima secara lapang dada Surat keputusan KPU RI terkait penerimaan kembali pendaftaran calon kepala daerah dengan 1 pasangan calon. Keputusan itu kita nilai sebagai harapan dalam mewujudkan Demokrasi di kampung kita lebih baik lagi”kata Peri, Jumat (13/9/24).
Disisi lain Peri Silaban menilai budaya demokrasi di Kabupaten Tapanuli Tengah masuk kedalam fase cukup memprihatinkan, namun persaudaraan dan cita-cita kesejahteraan serta keadilan yang merata masih menjadi perasaan batin yang tidak bisa dihilangkan meski dibenturkan dengan uang, dilematis dan ketakutan.
“Saya yakin, meski masyarakat dibenturkan dengan uang, jabatan dan lain-lain, perasaan batin masyarakat tentang kemajuan, kesejahteraan dan keadilan serta Perubahan di Tapanuli Tengah akan menjadi kekuatan dalam menciptakan perlawanan,” Ujarnya.
Peri Silaban juga menyatakan telah melakukan konsolidasikan kepada para Mahasiswa untuk sama-sama mengumandangkan persatuan persatuan dan kemajemukan warga masyarakat Tapanuli Tengah.
“Jangan kita mau diadu domba, jangan kita mau dibenturkan, jangan kita mau dihasut, jangan kita mau dipecah belah dan jangan kita mau diajak kedalam konflik antar kita bersaudara, kekuatan kita adalah persatuan dan nafas kita adalahpungkasnya perubahan” pungkasnya.(red).






