TAPANULI TENGAH – Dalam rangka mempercepat penanganan sisa material banjir dan longsor pascabencana yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mengerahkan seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu untuk melaksanakan gotong royong pembersihan di sejumlah kecamatan terdampak.

Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) yang dikeluarkan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dan mulai dilaksanakan sejak Sabtu (3/1/2026) hingga Senin (5/1/2026).
Koordinator Lapangan PPPK Paruh Waktu Kecamatan Badiri, Muhammad Risdam Batubara, menyampaikan bahwa khusus di Kecamatan Badiri, sebanyak 101 orang PPPK Paruh Waktu dikerahkan untuk membantu pembersihan.
“Untuk Kecamatan Badiri, sebanyak 101 orang PPPK Paruh Waktu dikerahkan sesuai SPT yang dikeluarkan Sekdakab Tapteng. Pengerjaan difokuskan pada pembersihan akses jalan, termasuk gang-gang yang menjadi jalur utama menuju pemukiman warga,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan pembersihan meliputi pengangkatan lumpur, material kayu, serta sampah sisa banjir dan longsor yang menghambat mobilitas masyarakat.
Sementara itu, Camat Badiri Ahmad Saufi Pasaribu menambahkan bahwa gotong royong difokuskan pada akses yang paling terdampak parah agar dapat segera digunakan kembali oleh warga.
“Pembersihan kami fokuskan pada akses utama warga, baik jalan maupun pemukiman, termasuk selokan-selokan yang tersumbat. Tujuannya agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” kata Camat Badiri.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan pada masa transisi dari tanggap darurat menuju tahap pemulihan pascabencana.
“Ini adalah upaya percepatan pemulihan. Untuk Kecamatan Badiri, kita upayakan pembersihan dilakukan secepat mungkin agar warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.






