Kepala Dinas Kesehatan Tapteng Dinonaktifkan

  • Whatsapp
Foto : Pj Bupati Tapteng, Dr. Sugeng Riyanta didampingi Kepala Inspektorat Tapteng dan Sekretaris Daerah saat memberikan keterangan pers tentang penonaktifkan sementara kepada Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah Pada hari Kamis (21/12/23).
Foto : Pj Bupati Tapteng, Dr. Sugeng Riyanta didampingi Kepala Inspektorat Tapteng dan Sekretaris Daerah saat memberikan keterangan pers tentang penonaktifkan sementara kepada Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah Pada hari Kamis (21/12/23).

Tapanuli Tengah | SinarlintasNews.com – Pj Bupati Tapanuli Tengah, Dr Sugeng Riyanta menonaktifkan sementara kepada Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pj Bupati dalam konferensi pers yang digelar di Aula Kantor Bupati Tapteng pada Kamis (21/12/23).

Bacaan Lainnya

Pj Bupati menjelaskan, pembebasan tugas sementara kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli dilakukan karena sedang dalam pemeriksaan pelanggaran berat disiplin pegawai. Sementara dari hasil pemeriksaan tim pemeriksa meyakini adanya pelanggaran berat disiplin pegawai berat yang dilakukan kepala Dinas Kesehatan.

Pelanggaran disiplin berat pegawai tersebut dikeranakan Kepala Dinas Kesehatan memerintahkan kepala Puskesmas se Tapteng, untuk melakukan pemotongan dana BOK dan Jaspel untuk distorkan sebesar 50%, sebagai dana taktis Dinas kesehatan.

Disebutkan, dugaan pengutipan dilakukan dengan cara memotong biaya BOK dan Jaspel yang masuk melalui rekening pegawai puskesmas. Buku rekening pegawai ditahan oleh bendahara Puskesmas. Setelah dana BOK dan Jaspel cair, lalu dipotong sebesar 50 persen, kemudian sisa dananya diberikan kepada pegawai.

“Atas dasar hasil pemeriksaan sementara ini, mengingat, menimbang, bahwa saudari N yang menjabat sebagai kepala Dinas Kesehatan, sedang dilakukan pemeriksaan atas adanya dugaan pelanggaran berat disiplin pegawai yang patut diduga akan mempengaruhi saksi saksi maka atas anjuran dari tim pemeriksaan dan hasil rapat baperjakat, maka mulai hari ini saya sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pj Bupati Tapteng tentang pembebasan tugas sementara kepada kepala Dinas Kesehatan tapteng, karena dalam rangka pemeriksaan yang bersangkutan pelanggaran berat disiplin pegawai,” ujar Pj Bupati.

Keputusan tersebut dilakukan setelah Tim Pemeriksa meyakini adanya pelanggaran berat disiplin pegawai, serta keterangan dan pengakuan para Kepala Puskesmas, Bendaharawan yang melakukan pemotongan dana BOK dan Jaspel yang membenarkan tentang pemotongan tersebut sejak tahun 2018 silam.

Sugeng menegaskan, Pembebasan tugas sementara tersebut merupakan kewenangan yang melekat seorang Pj Bupati sesuai UU. Pencopotan N itu bedasarkan PP 94 Tahun 2021 yang dipedomani dengan pelaksanaan teknis peraturan kepegawaian no 6 Tahun 2002.

Sementara, itu besaran jumlah potongan dana BOK dan Jaspel tersebut, Pj Bupati Tapteng menyebutkan masih dalam pemeriksaan. (Edy Butarbutar).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *