Anggota DPR RI Komisi XI, Masinton Pasaribu Kunker ke Kantor Perwakilan BI Sibolga

  • Whatsapp
Ket foto : Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu foto bersama dengan Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga Yuliansah Andrias bersama para jajaran pejabat BI Sibolga usai pertemuan, Senin (20/2/23)

Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Ke Kanror Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, Senin (20/2/20223).

Dalam Kunjungan tersebut, Masinton Pasaribu disambut oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga Yuliansah Andrias bersama para jajaran pejabat BI Sibolga.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Masinton Pasaribu mempertanyakan terkait target penggunaan Qris dan penerimaan negara, penganggaran, sarana dan prasarana, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan di daerah, hingga strategi pengawasannya dan inflasi.

Masinton menjelaskan, transaksi pembayaran melalui QRIS, Merupakan sebuah sistem pembayaran cashless atau non tunai kekinian yang praktis dan aman. Dengan Pembayaran non-tunai alias cashless semakin diminati masyarakat. Dengan metode cashless ini, masyarakat tidak perlu bawa uang tunai jumlah yang banyak.

“Dengan berkembangnya teknologi, semua transaksi baik perdagangan, toko, warung, tiket wisata, hingga tagihan, dapat dibayarkan melalui aplikasi dari penyelenggara jasa sistem pembayaran baik bank maupun non bank. dengan adanya QRIS Bank Indonesia, semua QR dari berbagai aplikasi pembayaran dapat dibayarkan dengan satu kode QR walaupun dari PJSP (Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran) yang berbeda,” Ujar Anggota DPR RI Komisi XI, Masinton Pasaribu.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga Yuliansah Andrias menyatakan saat BI Sibolga telah melakukan sosialisasi menerapkan sistem pengguna QRIS diseluruh wilayah naungan Kantor Perwakilan BI Sibolga, termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

“Untuk penggunaan QRIS di wilayah Tapanuli tahun kemarin kita itu sangat intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat juga kepada para pelaku UMKM, juga Pelatihan masyarakat dalam program BSBI. Penggunaan QRIS di Sibolga masih perlu perluasan dan kami sedang melakukan pendekatan, termasuk di Bandara Pinangsori,” kata Yuliansah Andrias.

Penggunaan QRIS telah diterapkan diberbagai tempat, termasuk tempat Parkir, pusat perbelanjaan dan juga Bandara Pinangsori. Hal tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, serta terdatanya UMKM dan transaksinya untuk formulasi kebijakan.

“Dengan menggunakan QRIS, maka aktifitas transaksi warga masyarakat pun menjadi lebih higienis, tanpa kontak fisik, mengikuti tren, membantu penjualan, tercatat dan dana terinput langsung di akun,” ungkapnya.

Untuk penggunaan QRIS juta telah diterapkan kepada para tukang becak di Kota Sibolga dan Balige guna memanfaatkan Jaman digitalisasi untuk mampu menunjang pemasaran ekonomi di Kabupaten Toba. Hingga tahun 2025 BI berupaya untuk mendorong dan mampu bertahan dan mengikuti perkembangan teknologi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

BI juga terus mendorong penggunaan QRIS dan melanjutkan pengembangan fitur serta layanan QRIS termasuk perluasan QRIS antarnegara seiring dengan telah tercapainya target 15 juta pengguna baru QRIS pada Oktober 2022.

Selain itu, Yuliansah Andrias juga menjelaskan, stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di Sibolga dan Tapanuli Tengah sangat dipengaruhi oleh tingkat inflasi. Ketersediaan kebutuhan pangan masih dinilai sebagai faktor penentu stabilnya angka inflasi di Sibolga dan TapanuliTengah.

“Komoditas yang perlu di pertahankan sebagai penyumbang inflasi, tiket angkutan udara, cabai merah, bawang putih, daging ayam ras, minyak goreng, telor ayam,” terangnya. (JERRY).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *