Kuat Dugaan Dikorupsikan, APH Diminta Usut Dana KORPRI Aceh Tenggara

  • Whatsapp
Ket toto : Nasrul Zaman (Penggiat Publik)

Aceh Tenggara| SinarlintasNews.com – Aparat Penegak Hukum Kabupaten Aceh Tenggara diminta untuk melakukan penyelidikan penggunaan Dana KORPRI dari hasil pemotongan gaji ASN setiap bulan.

Hal tersebut disampaikan Nasrul Zaman selaku pengamat kebijakan Publik mengingat banyaknya laporan dan keluhkesah para ASN yang bertanya-tanya penggunaan dana KORPRI Aceh Tenggara, sebab Dana KORPRI Aceh Tenggara tersebut diduga dikorupsikan oleh oknum tertentu.

Bacaan Lainnya

“Dari informasi yang saya terima, gaji para ASN selalu dipotong setiap bulannya sebagai iuran. Yang menjadi pertanyaan adalah dana itu selama ini digunakan untuk apa saja, sebab kegiatan yang dilakukan sangat minim sekali,” kata Nasrul, Selasa (6/12/22).

Menurut sepengetahuan Nasrul dan juga laporan yang ia terima, Pemkab Aceh Tenggara hanya melakukan acara kegiatan di bulan November lalu saat HUT KORPRI. sedangkan untuk jalan santai itu baru dilaksanakan pada tahun 2022, dan tahun lalu kegiatan pembagian masker kepada masyarakat dipinggir jalan Ahmad Yani Kutacane, kemudian beberapa spanduk yang dipasangkan di beberapa ruas jalan.

Menurut Nasrul, jumlah ASN di Aceh Tenggara sebanyak 4.360 yang terdiri dari Gol I = 16 ASN, Gol II = 656 ASN, Gol III = 2.627 ASN, dan Gol IV = 1.061 ASN.
Sementara untuk kategori pemotongan iuran dari gaji bulanan setiap bulannya dirincikan Gol I Rp 4000/bln, Gol II Rp. 8000/bln, Gol III Rp. 10.000/bln dan Gol IV Rp. 12.000/bln sehingga total dana terkumpul setiap bulannya sejumlah Rp. 44.314.000 dan dalam setahun terkumpul iuran sejumlah Rp. 531. 768.000.

“Jadi dalam hal ini kami meminta Aparat Penegak Hukum agar melakukan penyelidikan terhadap dana KORPRI ini, karena dana itu dikutip dari gaji ASN. Besaran Dana itu cukup fantastis untuk dikorupsikan,” ujar Nasrul.(Tim).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.