Hj. Sartina dan Merah Sakti Ajak Masyarakat Aceh Singkil Lestarikan Makanan Khas Lompong Sagu dan Godekh Delabakh

  • Whatsapp
Hj. Sartina anggta DPRA Provinsi Aceh dapi IX saat membakar lompong sagu di Warung warung Senanggel milik Wanhar Lingga

Subulussalam | Sinarlintasnews.com – Lompong sagu dan Godekh delabakh merupakan makan dan minuman khas Aceh Singkil yang saat ini kian sulit untuk ditemukan.

Lompong Sagu adalah salah satu kuliner legenda asal Aceh Singkil dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Lompong Sagu menjadi salah satu kue khas tradisional yang menjadi kekayaan kuliner yang dimiliki Indonesia. Kuliner yang satu ini terbuat dari campuran sagu, kelapa muda, pisang kepok dan gula aren, dibungkus dengan daun pisang lalu di panggang atau dikukus.

Bacaan Lainnya

Dari berbagai sejarah menyebutkan, Raja-raja Singkil dikenal dengan istilah ‘Raja Si Enam Belas’ merupakan 16 kerajaan yang mendiami pinggir sungai. Delapan kerajaan berada di pinggir Lae Cinendang (Sungai Cinendang) dan sisanya delapan lagi berlokasi di pinggir Sungai Soraya atau Lae Soraya. Walau kerajaan itu sudah hilang, namun pada 90-an, lompong sagu tetap menjadi santapan yang dijajakan di warung-warung kecil untuk disantap sambil menyeduh secangkir kopi.

Nama lompong sagu dan Godekh delabakh ini kembali mencuak setelah kedatangan Hj. Sartina anggota DPRA Provinsi Aceh dari dapil Sembilan, yang datang berkunjung ke warung Senanggel di Desa Gunung Lagan, Simpang Amal, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (14/8/2020).

Hj. Sartina terlihat sangat senang menikmati lompong sagu yang Ia sajikan sendiri. Dengan penuh canda tawa ria, Hj. Sartina mengemas dan membakar lompong sagu untuk ia konsumsi sendiri. Semanri mengajak masyarakat untuk terus melestarikan makanan khas yang wariskan oleh para leluhur.

Semenatara itu, mantan Walikota Subulussalam Merah Sakti juga menerangkan, lompong sagu yang dibuat dengan cara dipanggang ini memiliki bau harum khas daun pisang dibakar, sungguh sensasi yang bisa menggugah selera, dulu, makanan ini disajikan dalam acara adat dan hari besar keagamaan serta saat berbuka puasa, makanan kesukaan para raja Singkil.

“Lompong sagu /minuman nya godekh ini jangan pernah kita hilangkan,” Merah Sakti.

Dalam perkembangan jaman, lompong sagu sudah sulit untuk kita dapatkan, sehingga membuat Wanhar Lingga kembali mendistribusikan kembali lompong sagu untuk dijajankan kepada warga. Ketertarikannya memgingat selama ini, warga yang ingin menikmatinya harus membuat sendiri. Kecuali di bulan puasa di mana banyak warga yang menjajakan lompong sagu sebagai penganan berbuka. Setelah itu, tidak ada lagi yang jualan.

Wanhar Lingga salah pegiat kuliner khas Singkil ini di Aceh Singkil, berjualan lompong sagu di kawasan Simpang Amal, Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah. Lompong sagu dengan harga terjangku, kini bisa didapatkan di warung Wanhar Lingga.

“Kita menjajankannya Tiaga buah dengan harga Rp. 5000,00 saja, biasanya kita menyediakannya di sore hari,” ungkapnya.

Bagi anda penikmat lompong sagu, tidak perlu repot, anda bisa mendapatkakannya warung Senanggel Rimo Gunun Meriah. Untuk rasa tidak perlu anda kawatirkan, sebab pembuatan lompong sagu ini juga puca cara khusus, sehingga anda dapat merasakan aroma yang luar biasa. (Syahbudin Padang).

Hj. Sartina anggta DPRA Provinsi Aceh dapi IX saat membakar lompong sagu di Warung warung Senanggel milik Wanhar Lingga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.