Manfaat dan Kandungan Ikan Lele Bagi kesehatan

  • Whatsapp
Maimuna Tasya Amanda Mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli

Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Lele dianggap lebih sehat dari ikan lain, karena lele biasanya dijual dalam keadaan segar dan hidup sehingga tak ada alasan untuk mengonsumsi lele berformalin.

 

Bacaan Lainnya

Lele kampung, Clarias batrachus

Taksonomi
Kerajaan : Animalia
Filum       : Chordata
Kelas       : Actinopteri
Ordo        : Siluriformes
Famili      : Clariidae
Genus     : Clarias

Manfaat ikan lele berasal dari kandungan gizinya. Ikan lele mengandung nutrisi tinggi yang terdiri dari bermacam-macam vitamin serta mineral. Menurut USDA Food and Nutrient Database, 143 gram ikan berkumis ini menawarkan nutrisi-nutrisi berikut:

Kalori : 150 kkal.
Lemak : 4 gram.
Lemak jenuh : 1 gram.
Lemak tak jenuh tunggal : 1,57 gram.
Lemak tak jenuh ganda : 0,9 gram.
Asam lemak omega-3 : 600 miligram
Asam lemak omega-6 : 330 miligram
Protein : 26,4 gram.

Ikan lele memiliki kandungan vitamin D, B12, B1 dan kolin yang tinggi. Vitamin lain yang juga terdapat dalam ikan lele meliputi B5, B6, B2, B9, dan sedikit vitamin E, A, C, serta K. Jenis mineral yang paling banyak terkandung dalam lele adalah fosfor, selenium, dan potasium. Selain itu, terkandung pula magnesium, zinc, zat besi, kalsium, dan mangan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Manfaat lain dari ikan lele sebagai makanan sehat adalah ikan ini sangat rendah merkuri. Ikan lele yang diternakkan kemungkinan hanya dibiarkan tumbuh hingga titik tertentu. Ini membuat lele tidak berpotensi menelan merkuri di air yang terkontaminasi.

a) Tinggi protein dan Cocok untuk diet

Ikan lele merupakan sumber protein yang sangat besar . Dalam protein lele, ada asam amino esensial lisin, metionin, dan leusin. Ikan lele memiliki protein lebih tinggi daripada protein dalam susu dan daging lainnya. ikan lele juga bisa digunakan dalam diet sehat. Karena kaya protein, lele cocok dimasukkan sebagai makanan diet.

Protein adalah makanan yang paling mengenyangkan. Pola makan tinggi protein mengurangi rasa lapar, membantumu makan lebih sedikit kalori. Ini disebabkan oleh peningkatan fungsi hormon pengatur berat badan.

b) Membangun otot dan Kuatkan tulang

Protein juga berperan dalam pembentukan otot. Oleh karena itu, makan protein dalam jumlah yang cukup membantu mempertahankan massa otot dan meningkatkan pertumbuhan otot saat jika diimbangi dengan olahraga rutin. Menjaga asupan protein tetap tinggi juga dapat membantu mencegah kehilangan otot selama penurunan berat badan.

Ikan lele kaya akan vitamin dan mineral yang menguatkan tulang. Ikan adalah sumber vitamin D yang penting untuk menyerap kalsium pembentuk tulang. Lele juga mengandung fosfor yang lebih tinggi dari telur. Fosfor berperan mendukung kesehatan tulang, gusi dan gigi.

Protein dalam lele juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan tulang.Orang yang makan lebih banyak protein cenderung mempertahankan massa tulang lebih baik seiring bertambahnya usia dan memiliki risiko osteoporosis dan patah tulang yang jauh lebih rendah. Vitamin B12 pada ikan lele juga memainkan peran penting dalam kesehatan tulang.

Kadar vitamin B12 yang rendah adar vitamin rendah dalam darah ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko osteoporosis.

c) Cegah anemia dan Cegah penyakit jantung

Saat mengalami anemia, tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk
mengangkut oksigen ke organ vital. Ikan lele juga merupakan sumber vitamin B12 yang baik. Vitamin B12 berperan penting dalam membantu tubuh memproduksi sel darah merah.Kadar vitamin B12 yang rendah menyebabkan pengurangan pembentukan sel darah merah.

Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B12 dapat mencegah anemia dan meringankan gejalanya. Asam lemak omega-3 telah dikaitkan dengan banyak manfaat untuk kesehatan jantung. Omega-3 dapat menyebabkan pengurangan besar dalam trigliserida dan tekanan darah. mega-3 dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL “baik”.

Mengonsumsi makanan kaya akan omega-3 dapat mencegah trombosit darah menggumpal yang berbahaya bagi kesehatan jantung. Beberapa penelitian mencatat bahwa asupan protein tinggi juga dapat menurunkan tekanan darah.

d) Sehatkan otak dan Sehatkan kulit

Vitamin B12 dapat berperan dalam mencegah atrofi otak atau hilangnya neuron di otak dan sering dikaitkan dengan kehilangan memori atau demensia. Kombinasi vitamin B12 dengan asam lemak omega-3 dapat memperlambat penurunan daya ingat. asupan omega-3 yang lebih tinggi dengan penurunan penurunan mental terkait usia dan penurunan risiko
penyakit Alzheimer.

Kadar vitamin B12 yang rendah dapat menyebabkan berbagai gejala
dermatologis, termasuk hiperpigmentasi, perubahan warna kuku, perubahan rambut, vitiligo, dan sudut mulut meradang dan pecah. Konsumsi lele dapat mencegah kekurangan vitamin B12 ini. Asam lemak omega-3 dalam lele juga mengbasulkan DHA yang merupakan komponen struktural kulit.

DHA bertanggung jawab untuk kesehatan selaput sel, yang membentuk sebagian besar kulit. Membran sel yang sehat menghasilkan kulit yang lembut,
lembab, kenyal, dan bebas kerut.e) Baik untuk kehamilan dan Cegah peradangan.

Ikan lele juga tinggi akan asam lemak omega-3. Omega-3 sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak pada bayi. Omega-3 ini terdiri dari DHA yang menyumbang 40% dari asam lemak tak jenuh ganda di otak dan 60% di retina mata. Mendapatkan cukup omega-3 selama kehamilan dikaitkan dengan banyak manfaat untuk anak termasuk kecerdasan, keterampilan komunikasi dan sosial yang lebih baik, risiko penurunan keterlambatan perkembangan, hingga mengurangi risiko ADHD, autisme dan cerebral palsy.

Kadar vitamin B12 dalam lele juga sangat penting untuk kehamilan yang
sehat. Studi menunjukkan bahwa otak dan sistem saraf janin membutuhkan kadar B12 yang cukup dari ibu untuk berkembang dengan baik. Vitamin D pada lele juga bisa mencegah risiko preeklampsia dan melahirkan prematur. Ssam lemak omega-3 pada lele dapat mengurangi produksi molekul dan zat yang terkait dengan peradangan, seperti peradangan eikosanoid dan sitokin. Omega-3 dapat mengurangi peradangan kronis, yang dapat berkontribusi pada penyakit jantung, kanker, dan berbagai penyakit lainnya. Protein dalam
lele juga dapat membantu tubuh memperbaiki sel-selnya saat sakit atau terluka. Protein membentuk blok bangunan utama dari jaringan dan organ.

Penulis ;
Nama : Maimuna Tasya Amanda
Nim    : 19020006
Prodi  : Akuakultur

Maimuna Tasya Amanda Mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.