Turut Prihatin, Parlaungan Silalahi Sembangi Keluarga Sukarman Yang Tinggal di Gubuk

  • Whatsapp

TAPANULI TENGAH | Sinarlintasnews.com – Terkait kabar sebelumnya yang mencuat di media ini, adanya satu keluarga dari kalangan tidak mampu, yakni keluarga dari Sukarman (52) dan istrinya Unaizah Damanik (41) warga Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Uatara.

Kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan, mereka tinggal di gubuk reyot berdindingkan anyaman bambu dan sangat tidak layak untuk dihuni, bahkan mirisnya lagi kelurga itu tinggal di tengah kebun karet (Rambung) tanpa ada tetangga.

Bacaan Lainnya

Atas adanya hal itulah Ketua Lembaga Bantuan Hukum Sumatera (LKBH-S) Parlaungan Silalahi sembangi kediaman Sukarman sembari membawa bantuan paket sembako. Semulan dirinya kurang percaya, sehinggab merasa terpanggil dengan kondisi tempat tinggal keluarga yang tinggal di gubuk tak layak huni.

“Semula saya kurang percaya memang, karena gak mungkin saja masih ada yang seperti ini, apa lagi di Kecamatan Pandan, ini ibu kota Tapteng lo, tapi setelah saya turun langsung ternyata benar,” katanya.

Parlaungan Silalahi didampingi Ribu Simatupang menyerahkan bantuan sembako dan amplop kepada Ibu Uanaizah Damanik, dan memberikan semangat kepada Dina Hayani yang ingin melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padang Sidimpuan jurusan perbankan syariah.

“Sangat prihatin kita melihatnya, dikemajuan zaman saat ini ternyata masih ada tetangga kita atau saudara kita yang masih seperti ini, listrikpun tidak ada, sudah bisa kita bayangkan bagaimana kalau dimalam hari, apa lagi ini jauh dari lokasi keramaian, gak ada tetangga, kitamsangat kasihan dengan anak-anak ini,” katan Parlaungan yang kerap disapa Laung ini, Minggu (12/7/2020).

Menurut Parlaungan, keinginan Dina Hayani akan pasti tercapai, mengingat Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani sangat peduli dengan pendidikan, terlebih bagi warga yang kurang mampu.

“Sabar ya bu, kita yakin pak Bupati kita akan menindaklanjuti ini, mungkin aja selama ini beliau belum mengetahui ini, dan ini kemungkinan besar dengan beredarnya pemberitaan Bupati sudah memgetahui hal ini, dan pasti akan dibantu,” kata Laung.

Parlaungan juga menyatakan, apa yang mereka berikan tidaklah seberapa, namun berharap sedikitnya dapat membantu beban Keluarga pak Sukarman.

“Apa yang kami berikan ini tidaklah seberapa, namun jangan dilihat dari besar kecinya nilainya, tapi inilah kami dari LKBH Sumatera, apa yang bisa kami beri pasti akan kami beri semampu kami, kita juga berharap orang-orang dapat sedikit menyisihkan rezeki untuk membantu saudara kita ini, ” ungkap Paralungan.

Sementara itu, Unaizah Damanik menyatakan suaminya hanya bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan yang tidak tetap.

Unaizah tinggal dengan empat anaknya. Yang tertua Dina Hayani yang kini sedang terkendala untuk melanjutkan keperguruan tinggi IAIN Padang Sidimpuan, sedangkan anaknya yang kedua Bambang wijaya (15) SMP terpaksa putus sekolah karena tidak memiliki biaya, dan dua orang duduk di bangku Sekolah Dasar.

“Kami tinggal di gubuk ini sudah empat tahun, dan tanah yang kami dirikan gubuk ini juga punya warga yang prihatin dengan kondisi kami, karena kalau ngontrak rumah, kami tidak mampu,” ungkapnya.

Unaizah memyampaikan rasa terimakasih atas kedatangan Parlauangan Silalahi dan Ribu Simatupang yang sudah peduli dengan mereka.

“Saya tidak tau harus bilang apa lagi pak, namun apa yang bapak berikan ini, hanya Tuhal lah yang bisa membalaskan kepada orang bapak, ini lah keadaan kami pak, sudah bertahun-tahun kami tinggal di gunuk ini, dan kamipun yang menumpang ditanah orangnya ini,” ungkap Unaizah sambil menangis.

Parlaungan Silalahi, SH didampingi Ribu Simatupang menuerakan paket sembako kepada keluarga Sukarman

Unaizah juga berharap pemerintah memperhatikan mereka dan keempat anaknya agar dapat melanjutkan sekolah sehingga bisa merubah nasib keluarganya agar lebih baik lagi ke depan.(Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.