STOP!!! Menangkap Ikan Dengan Cara Yang Tidak Ramah Lingkungan

  • Whatsapp
Ket foto Penulis : Amelia Paradini Harahap Mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli Pandan dan foto ilustrasi kerusakan laut dengan alat tidak ramah lingkungan.

Berikut akan dibahas beberapa penyebab kerusakan lingkungan laut karena ulah manusia yaitu

1. Penangkapan ikan di terumbu karang dengan bahan peledak

Bacaan Lainnya

Kerusakan terumbu karang akibat menggunakan bahan peledak (foto : istimewa)

Pengunaan bahan peledak untuk menangkap ikan di Indonesia sebenanrnya sudah dilarang pemerintah.Namun sampai sekarang,pengeboman ikan di terumbu karang masih terjadi di mana-mana.

Penggunaan bahan peledak untuk menangap ikan sangat membahayakan kelestarian ekosistem terumbu karang.Di samping dapat membunuh semua jenis ikan dari segala ukuran,juga dapat menghancurkan koloni karang batu di sekitarnya yang berperan sebagi habitat (tempat hidup) ikan-ikan tersebut.Koloni karang batu terutama dari jenis karang batu bercabang (Acropora sp) dan karang batu berbentuk daun (Echinophyllia sp),akan hancur berkeping-keping apabila terjadi ledakan dilokasi tersebut.

Kerusakan ekosistem terumbu karang menyebabkan hilangnya daya tarik ekowisata bawah air dan hilangnya daya dukung lingkungan termbu karang bagi kehidupan manusia sebagai sumber makanan,sumber ikan hias,pelindung pantai,tempat rekreasi bawah laut,dan sebagai laboratorium alam.

2. Penggunaan pukat harimau.

Ket, foto : ilustrasinpenangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau

Walaupun penggunaan pukat harimau ini di luar ekosistem terumbu karang,tetapi pukat harimau dioperasikan di sepanjang pantai tempat nelayan tradisional biasa menangkap ikan.pukat harimau dapat menangkap semua jenis biota yang hidup di dasar dan di perairan yang berada di atasnya tanpa mempedulikan jenis biota yang ditangkap.

Akibatnya hasil tangkapan dengan pukat harimau itu banyak yang dibuang kembali ke laut dalam keadaan sudah mati karena tidak diperlukan.Dampak penggunaan pukat harimau adalah timbulnya fenomena ‘over fishing’ (tangkap lebih) dan hilangnya sumber perikanan bagi nelayan tradisional.Nelayan tradisional harus mencari ikan di tempat yang lebih jauh dari tempat tinggalnya.Pukat harimau menyebabkan rusaknya lingkungan laut karena hilangnya populasi jenis ikan tertentu.

3.Pengunaan jaring muroami.

Ilustrasi cara penangkapan dengan menggunakan jaring muroami (foto. dok)

Jaring Muroami adalah jaring ikan berukuran besar (panjang 20 m) yang dibentangkan didekat terumbu karang.Setelah jaring terpasang,serombongan nelayan bergerak kea rah mulut jaring dengan membawa berbagai peralatan dari bamboo atau seutas tali yang diberi pemberat berupa gelang besi.

Bambu dan tali dengan pemberat tersebut dipukukl-pukulkan di terumbu karang sehingga menimbulkan bunyi yang berisik.Tujuannya yaitu mengusir ikan keluar dari terumbu karang menuju kea rah jaring yang telah dibentangkan.Penggiring ikan biasanya berjumblah lebih kurang 30-40 orang.Akibatnya,karang patah-patah dan hancur berantakan.Dapat dibayangkan betapa luas kerusakan terumbu karang yang ditimbulakan.

Ket foto Penulis : Amelia Paradini Harahap Mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli Pandan dan foto ilustrasi kerusakan laut dengan alat tidak ramah lingkungan.

Penulis:
Nama : Amelia Paradini Harahap
NIM : 18010010
PRODI : Teknologi Penangkapan Ikan
Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli Pandan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.