Bupati Tapteng Luncurkan Bansos Tunai Bersama Kantor Pos Kepada 14.356 KK

  • Whatsapp

Tapanuli Tengah | Sinarlintasnews.com – Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi Kepala Kantor Pos Pandan, Ketua DPRD, Kadis Sosial, Kadis Kominfo, Sekda dan sejumlah perangkat OPD melepas sebanyak 12 orang pegawai kantor pos menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat terdampak Covid-19 selama tiga bulan kedepan, didepan Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Senin (11/5/2020).

Bakhtiar Ahmad Sibarani mengungkapkan, Penyaluran BST tersebut merupakan komitmen pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang seimbang kepada para keluarga kurang mampu terdampak covid-19 secara tepat sasaran, tepat waktu dan tepat manfaat.

“Penyalurkan Bantuan Sosial Tunai dari Kementrian Sosial terkait Covid-19 sebanyak 14.356 KK masing-masing Rp. 600 ribu selama tiga bulan diluar dari penerima PKH sebanyak 13.430 KK, jadi uang dari Kementrian Sosial itu langsung dikirim langsung ke Kantor pos,” ungkapnya.

Dikatakannya, uang tersebut dikirim melalui kantor Pos, yang selanjutnya pihak kantor Pos akan mengantarkan undangannya kepada penerima bantuan,”

“Uangnya di pegang sama pihak kantor pos, dan diambil langsung kepada pegawai pos. Jadi tidak ada pegawai pemerintah dari Bupati hingga Kepling yang memegangmuang, supaya tidak ada fitnah dibelakang hari.

Bakhtiar menjelaskan, Uangnya yang masuk ke Kantor Pos hingga sampai saat ini sebanyak 7.608 Keluarga. Selanjutnya sisanya akan dikirimkan Kementrian Sosial secara bertahap ke daerah masing-masing penerima.

“Yang nanti namanya ada, ternyata memiliki kemampuan ekonomi, karena ini yang menentukan adalah Kementrian Sosial, tolong dikembalikan. Karena kami dapat laporan, nama-nama itu sudah kami chek, ada yang punya mobil yang mendapat,ini yang selalu salah, bahkan ada yang punya rumah kaya, tapi ini saya yakin gak akan diambil, saya sudah bicara, ada itu beberapa orang, dikembalikan ke pos, dikembalikn ke Negara istilahnya,” ungkapnya.

Selanjutnya kata Bakhtiar, Setelah beberapa orang nanti yang tidak menerima, selanjutnya akan usulkan untuk untuk diganti kepada orang yang lebih layak.

“Ini sama halnya dengan PKH, yang mendatanya adalah pendamping PKH, bukan Kepala desa, bukan Kadis Sosial, kita hanya bisa mengasi saran, itu kalau diterima, tapi yang mengusulkan ke pusat tetap mereka,” terangnya.

Bupati Tapteng ini juga menegaskan, Siapa pun yang lapar akibat terkait covid-19, tapi kami yakin di Tapanuli Tengah tidak ada yang tidak makan, namun orang yang pilih-pilih bantuan bantuan banyak,”

“Nah ini pilih, kalau bapak/ibu dapat Rp. 600 ribu, kalau tidak layak pulangkan, masih banyak orang-orang yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu, Bupati juga menyatakan, dalam waktu dekat Kadis Sosial Provinsi Sumatera Utara di jembatani oleh Wakil Ketua DPRD Provsu Rahmansyah Sibarani akan menyalurkan bantuan sembako sebanyak 36.506 Keluarga.

“Segala cara sudah kita lakukan, semua jurus sudah kita lakukan, jadi kami juga kafer dari pemerintah, bankan di anggaran yang tercantum di APBD Tapteng yang sudah terealisasi sebanyak 40 ribu paket yang dibayarkan pihak rekanan, namun pihak rekanan meberikan sebanyak 41.500 paket, berarti ada 1.500 paket yang gratis dari pihak rekanan, bisa dilihat Bank Sumut tanggal berapa keluar, gak bisa dibohongi, kita hanya menampung, pihak rekanan gak mau, itu sumbangan darimpihak rekanan,” ungkap Bupati.

Dalam pelaksanaan bantuan tersebut, Bupati Tapteng menyatakan tidak melakukan Swakelola, guna menghindari timbulnya fitnah.

“Jika saudara-saudara ada yang kurang mampu, kalau dibutuhkan kami punya akun Facebook ttps://www.facebook.com/bakhtiarahmadsibarani/ atas nama Bakhtiar Ahmad Sibarani¬†yang dikelolah oleh adek-adek saya, ada lima orang admin yang akan menchek tiap hari, gak usah kemana-mana, apa lagi ke facebook – facebook yang dibiayai bandar narkoba, jangan, ada sempat grup facebook setelah saya chek hampir 70 persen akun palsu, yang namanya akun palsu itu perbuatan setan, itu yang kasihan orang tua yang melahirkannya, anaknya tidak mengakui siapa orang tuanya dan malu menyebutkan namanya,” ujarnya.

Selain akun facebook pribadinya, Bupati Tapteng ini juga menyebutkan, masyarakat dapat menyampaikan keluhan-keluhan melalui akun facebook https://www.facebook.com/situspemerintahan/ dan akun facebook https://www.facebook.com/kominfotaptengkab/. Kelauhqn yang disampaikan akan segera direspon. (Jerry).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.