Peduli Kesehatan Buruh, Aliansi Mahasiswa Sibolga Tapteng dan DPK BKPMRI Sarudik Berbagi Masker Gratis

  • Whatsapp
Yovi Sihotang selaku koordinator membagikan masker dan mengedukasi para pekerja buruh agar tetap mengutamakan keselamatan dengan menggunakan masker saat beker maupun saat beraktivitas apapun dilumah dan membiasakan mencuci tangan dan selalu menjaga kebersihan untuk memutus penyebaran covid-19

Sibolga | Sinarlintasnews.com – Aliansi Mahasiswa dari beberapa kampus di Sibolga Tapteng dan DPK BKPMRI Sarudik melakukan aksi berbagi masker gratis kepada buruh dan pekerja di sejumlah Perusahan di yang berlokasi di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (27/4/2020).

Para mahasiwa membagikan masker di jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Khaidir Ali ketua senat STIE Al-wasliyah Sibolga Tapteng mengatakan, Pembagian masker tersebut khusus untuk buruh, sebab melihat bahwa sampai saat ini buruh dan pekerja Sangat sedikit yang memakai masker.

“Kalau kita kaji kembali buruh sangat rentan terpapar oleh covid-19 diakibatkan banyak beraktivitas di kerumunan tanpa jarak sesuai instruksi pemerintah,” katanya.

Umar Sinaga mewakili DPK BKPMRI Sarudik menjelaskan, Adapun jumlah masker yang dibagikan kepada buruh dan pekerja sebanyak 300 pcs dengan corak merah putih.

“Sebelumnya kita juga sudah melakukan pembagian masker kepada Abang becak, petugas kebersihan dan supir angkot dengan jumlah sekitar 400 pcs,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Rimahayati sekjen BEM Akper Pemkab Tapteng menyatakan, kegiatan tersebut juga berharap dengan adanya gerakan berbagi tersebut mampu menggugah hati para buruh dan pekerja untuk ikut instruksi pemerintah dalam memutus mata rantai COVID-19.

“Kita juga berharap kepada buruh dan pekerja untuk taat terhadap apa yang ditekankan oleh pemerintah mulai dari rajin cuci tangan, jaga jarak antar sesama dan juga mengganti pakaian ketika pulang dari tempat kerja sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 kepada keluarga kita di rumah,” katanya.

Sementara dari beberapa buruh yang ditanya terkait dampak ekonomi akibat covid-19 ini, mereka menyatakan bahwa sebenarnya mereka takut untuk bekerja. Penyebaran covid-19 kerap melihat melalui siaran ditelevisi yang semakin hari semakin banyak menelan korban.

“Apa boleh buat karena untuk menghidupi keluarga, kami terpaksa memberanikan diri untuk tetap bekerja, kami yang buruh ini sangat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah kepada kami, Semoga adek-adek bisa menyampaikan pesan kami ini kepada pemerintah karena kami tahu kalau adik-adik adalah orang-orang yang mampu untuk berbicara mewakili kami yang buruh ini. Ujar Rudi salah salah satu buruh.

Menanggapi hal tersebut, Yovi Sihotang selaku koordinator mengungkapkan, Inisiasi gerakan tersebut merupakan salah satu cara mereka untuk memperingati hari buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2020 mendatang.

“Kami dari mahasiswa dan DPK BKPMRI mengajak buruh dan pekerja di seluruh Indonesia, terkhusus Sibolga Tapteng untuk bersama-sama menorehkan tinta sejarah bahwa buruh dan pekerja berperan besar dalam melawan covid-19.

Menurut Yovi, Buruh dan pekerja adalah pahlawan. Meski ditengah pandemi covid-19, para buruh tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Yovi juga mengingatkan, sejauh ini pemerintah sudah menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui dana yang digelontorkan oleh pemerintah pusat ke daerah sebesar RP.600.000 per bulan selama 3 bulan.

“Kita juga dari Mahasiswa akan turut serta dalam mengawasi penyaluran bantuan tersebut agar tepat sasaran kepada yang berhak untuk mendapatkannya, karena kabar yang beredar di masyarakat bahwa pembagian bantuan terkesan nepotisme namun itu masih kita kumpulkan bukti-bukti nya,” Sebut Yovi.

Selain membagikan masker, para mahasiswa ini juga mengedukasi buruh agar tetap mematuhi anjuran physical distancing, menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan dan selalu menggunakan masker saat berada diluar rumah, sebagai upaya pencegahan meluasnya virus corona (Covid-19).

“Kita juga tetap mendukung arahan pemerintah, dan berharap wabah ini cepat berlalu. Perlu juga kami sampaikan agar tidak cepat menyebar kan informasi covid-19 yang belum tentu kebenarannya, agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah-tengah buruh dan masyarakat,”pungkas Yovi.(Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.