Prof. Dr. Albinus Silalahi, MS : Virus Corona Bukanlah Mahluk Hidup,

  • Whatsapp

MEDAN | SINARLINTASNEWS.COM – Corona virus disease-2019 (Covid-19) banyak menyebutkan sebagai mikroorganisme, atau mikroba/bakteri, atau mahluk (hidup) yang sangat kecil.

Namun menurut pendapat Prof. Dr. Albinus Silalahi, MS (Guru Besar Biokimia pada Jurusan Kimia FMIPA Unimed) menyampaikan sejumlah kalimat yang sederhana sembari berdoa bertujuan untuk berkontribusi dalam pencegahan penularan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Virus corona bukanlah mahluk hidup, melainkan biomolekul yang harus sudah masuk dulu ke lingkungan internal sel inangnya barulah berperan dalam proses metabolisme “dengan kategori sel inangnya terinfeksi”. Sel inangnya hanyalah se-sel tubuh manusia.

“Kalau di luar tubuh manusia, biomolekul virus tersebut tidak akan terkait dengan proses metabolime sehingga tidak akan terjadi perkembangan atau proses memperbanyak virus corona (karena di luar tubuh manusia, virus corona bukanlah mahluk hidup),” katanya.

Pemahaman hal-hal tersebutlah mendasari logika pencegahan penularan virus corona dengan harus selalu saling menjaga jarak. Karena virus corona bukanlah mahluk hidup, maka kalaupun tubuh seseorang sudah kepenuhan virus, tidak akan ada virusnya yang dapat melompat sendiri berpindah ke orang lain di sekelilingnya kecuali ada angin/udara menerbangkannya. Oleh karena itu, walaupun sudah saling menjaga jarak, harus juga saling memastikan, jangan sampai pada waktu seseorang bersin, bersinnya sangat memungkinkan menyatu dengan udara yang dihirup oleh orang lain di sekelilinya.

Masalah jangka waktu biomolekul untuk rusak tergantung pada berbagai sifat kimiawi yang dapat merusak strukturnya di lingkungannya dan juga temperatur.

“Seandainya sewaktu sangat panas-panasnya kota Medan ini (sewaktu saat-saat erupsi gunung Sinabung), konformasi struktur virus corona itu pasti langsung rusak sehingga hilang bioaktivitasnya, karena ketahanan konformasi strukturnya terhadap panas tidak kuat. Walaupun virus tersebut baru dibersinkan orang, asalkan bersin tersebut tidak langsung ke hidung orang lain,” jelas Prof. Dr. Albinus Silalahi, MS.

Beberapa bulan yang lalu banyak orang anggap enteng bahwa menurut mereka kalaupun orang yang tubuhnya sudah penuh virus corona berdatangan ke Indonesia, virus tersebut tidak bakalan sanggup kalau bagi orang kita. Orang yang anggap enteng sepert ini adalah orang yang keliru besar.

“Di beberapa negara yang kebetulan dalam keadaan musim dingin, konformasi struktur biomolekul virus tersebut “tetap utuh” makanya sampai begitu paling dahsyat di sana mengakibatkan jumlah orang meninggal yanh sangat banyak,” Terang Prof. Dr. Albinus Silalahi, MS.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.