Kenapa Kota Medan Butuh Sentuhan Ibu? Berikut Alasan Warga Menginginkan Hj. Fitriani Manurung, S.Pd, M.Pd

  • Whatsapp
Hj. Fitriani Manurung, S.Pd, M.Pd, Bakal Calon Walikota Medan

MEDAN | Sinarlintasnews.com – Hangatnya suasana pilotik menjelang pesta demokrasi pada pemilihan Walikota dan Wakil Waliota Medan menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat membahas sosok yang layak menjadi pemimpin Kota Medan lima tahun kedepan.

Seperti diketahui, beberapa nama bakal calon sudah mulai bermunculan sejak beberapa bulan terkhir, tak terkecuali Hj. Fitriani Manurung, S.Pd, M.Pd yang yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini tidak kalah menjadi topik pembicaraan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Fitriani Manurung digadang-gadangkan merupakan sosok yang sangat pantas untuk ikut serta memimpin kota Medan. dikutip dari beberapa narasuber menyebutkan, siapapun walikotanya, Hj. Fitriani Manurung,S.Pd, M.Pd wakilnya.

BACA JUGA : Hj. Fitriani Manurung Dukung BNN Sumut Cegah Narkoba Berbasis Keluarga

BACA JUGA : Pomparan Ni Tuan Sogar Manurung Berikan Dukungan Penuh Kepada Hj. Fitriani Manurung Maju Sebagai Wakil Walikota Medan

Menurut dari sejumlah narasumber menyebutkan, Kota Medan sangat membutuhkan sentuhan seorang ibu yang benar-benar tulus dalam memajukan dan kesejahteraan masyarakat kota Medan. berbagai alasan disebutkan, wanita adalah makhluk perasa sehingga feeling-nya menjadi lebih kuat. Dalam menjalankan pemerintahan, keganjilan-keganjilan akan lebih mudah diketahui karena kepekaan yang dimiliki oleh wanita.

Wanita dan pria sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, mengenai siapa yang lebih tepat jadi pemimpin sebuah pemerintahan baik perusahaan atau organisasi, hasil studi mengatakan bahwa wanita memiliki sedikit keunggulan dibanding pria, seperti halnya hasil studi yang dilakukan BI Norwegian Business School wanita memiliki kemampuan baik dalam menjadi pemimpin banyak anak buah.

BACA JUGA : Pasca Bentrok dan penyerbuan ke Masjid Al Amin Prumnas Mandala, Hj. Fitriani Manurung Ajak Warga Untuk Tidak Terprovokasi

BACA JUGA : Hj. Fitriani Manurung Ajak Kaum Ibu-Ibu Tingkatkan Keagamaan Dimulai dari Lini Keluarga

“Wanita itu sepertinya memang diciptakan penuh kasih—untuk mengasihi dan dikasihi. Jadi, saat menjadi pemimpin wanita akan memimpin dengan penuh kasih. Penuh kasih berarti mampu bersikap tegas, namun hal tersebut bertujuan untuk membangun,” sebagaimana ditengakan beberapa warga yang menginginkan perubahan di Kota Medan, Senin (2/3/2020).

Wanita juga disebut sudah terbiasa dengan banyaknya pekerjaan dalam satu waktu, mulai dari pekerjaan kantor, tanggung jawab sebagai ibu, hingga semua hal yang berkaitan dengan penampilan. Hal ini membuat wanita tetap bisa fokus meski memiliki banyak tanggung jawab, ciri-ciri dan karakter tersebut terdapat dalam diri Fitriani Manurung.

Selain itu, kemampuan Fitriani Manurung juga sudah tidak diragukan, terlebih dalam dunia pendidikan. Memiliki strategi yang berbeda karena tak hanya menggunakan logika ataupun teori tertentu. Hal tersebut menjadikan Fitriani Manurung dengan mudah dalam menerapkan peran hati saat menjadi pemimpin.

BACA JUGA : Peringati Hari Ibu, Bacalon Walikota Medan Hj. Fitriani Manurung Kunjungi Panti Jompo dan Anak Punk

BACA JUGA : Hj. Fitriani Manurung Ziarah Makam Leluhur Nairasaon di Tobasa

BACA JUGA : Menurut Warga,  Fitriani Manurung Sosok Yang Pantas “Pimpin Kota Medan” 2020-2025

Keinginan warga Kota Medan mengusung Fitriani Manurung untuk menjadikan sebagai wakil Walikota Medan Periode 2020-2025 ini mendapat berbagai alasan yang bisa diyakini keabsahannya, sebab seorang ibu atau seorang wanita memiliki nilai tinggi dalam banyak bidang terkait kemampuan memimpin.

“Wanita itu lebih inisiatif, berkomunikasi dengan jelas, terbuka. Lalu, wanita juga lebih mampu bersosialisasi terhadap rekan kerja, suportif, metode manajerial yagn jelas serta goal setting yang baik. Memiliki kemampuan lebih baik dalam beradaptasi, stabilitas emosi, dan bertahan dari stres,”

Mengingat sosok seorang perempuan yang berjuang khususnya dalam peregerakan emansipasi wanita yaitu R.A Kartini dampaknya sekarang telah banyak dirasakan. Keberadaan wanita kini mulai dihargai dan disetarakan walaupun masih banyak pro dan kontranya.

Selain R.A Kartini juga ada Megawati Soekarno Putri, ini merupakan bukti nyata wanita dapat menjadi seorang pemimpin yaitu sebagai Kepala Negara dan beberapa tokoh perempuan lainnya.

Keberhasilan seorang wanita juga mengingatkan akan keberhasilan Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T. terkadang ditulis Tri Risma Harini, atau yang akrab disapa Risma adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 17 Februari 2016. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai wali kota Surabaya pada 28 September 2010 hingga 28 September 2015. keberhasilan beliau menjadi acuan yang perlu diperhitungkan dalam perkembangan zaman saat ini.

Dari beberapa rangkaian dan ulasan serta alasan-alasan warga kota Medan yang menginginkan Hj. Fitriani Manurung, S.Pd, M.Pd untuk diberi kesempatan memimpin kota Medan meminta para petinggi partai politik dan pemerintahan untuk benar-benar mempertimbangkan sosok pemimpin yang diharapkan masyakakat Kota Medan.

“Hal ini diharapkan agar mampu berperan dan berpatisipasi dalam semua kegiatan seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan serta kesamaan dalam menikmati pembangunan. Fitriani Manurung sudah sangat layak untuk menjadi Wakil Walikota Medan, mau Siapapun Walikotanya,” ungkap beberapa warga yang dirangkum dari hasil wawancara langsung dilapangan.

Peran seorang perempuan dalam kepemimpinan sangat berpengaruh, terutama dalam pembangunan sekarang ini sangat dibutuhkan terlebih dalam segi pemikiran dan kreasi untuk mengembangkan dalam mewujudkan tujuan. Tidak ada yang salah bukan jika perempuan menjadi seorang pemimpin. (Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.