Peringati Hari Pahlawan ke-74, Murdianto : Semangat Nasionalisme Harus Tumbuh, SMAN 1 Matauli Generasi Berprestasi

  • Whatsapp
Kepala Sekolah SMA N 1 Matauli Pandan Murdianto, S.Pd, MM bersama seluruh guru, karyawan dan siswa-siswi saat melaksakan pawai iring-iringan dengan menggunakan kostum ala penjuang (defile) d, dalam rangka pelaksanaan upacara peringatan hari pahlawan 10 November.

Sinarlintasnews.com | Tapteng – Sejarah peringatan hari Pahlawan Nasional yang jatuh tanggal 10 November seriap tahunnya menjadi momentum penting bagi para siswa-siswi SMAN 1 Matauli Pandan, yang dijadikan sebagai alarm untuk mengingat perjuangan pahlawan bangsa mempertahankan kedaulatan NKRI pada 74 tahun silam.

Bacaan Lainnya

Upacara bendera Peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan di Lapangan Bola SMAN 1 Matauli berlangsung khidmat. Meskipun cuaca gerimis, tidak menyurutkan semangat seluruh guru, karyawan dan siswa-siswi. Begitu juga dengan Kepala Sekolah SMA N 1 Matauli Pandan Murdianto, S.Pd, MM yang bertindak sebagai inspektur upacara berdiri tegak di tengah lapangan. Peringatan Hari Pahlawan ke-74 kali ini, seluruh peserta upacara mengenakan costum ala pejuang.

Murdianto yang bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November sesuai surat edaran Sekjen Semdikbud yang dilaksanakan pada Senin (11/11/2019) membacakan amanat hari pahlawan dari Menteri Sosial Republik Indonesia.

“Peristiwa Perang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri,” ucap Murdianto, Senin (11/11/2019).

Dia melanjutkan, peringatan Hari Pahlawan dimaknai dengan semangat berinovasi bagi anak – anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini, sesuai dengan tema “aku pahlawan masa kini”.

Menjadi pahlawan masa kini dapat diakukan oleh siapapun warga negara Indonesia, dalam bentuk aksi – aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti tolong menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat menggangu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugukan orang lain dan sebagainya.

“Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahakan nyawa. sekarang, untuk menajdi pahlawa, bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi kita juga bisa, dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakt, membawa harum nama bangsa di mata Internasional,” tambahnya.

Rangkaian acara juga dilanjutkan dengan perarakan barisan mabagiakan ala Tentara (dedile) di area lingkungab Sekolah SMA N 1 Matauli Pandan, Ceramah penanaman nilai karakter nasionalisme dan dilanjutkan dengan nonton bareng seruan bung Tomo termasuk yang juga diperhitungkan dan disebut dalam seruan bung Tomo.

Murdianto menambahkan, Lakgiatup memperingati hari Pahlawan 2019. Semangat nasionalisme harus tumbuh subur dalam jiwa generasi muda. Mari menjadi Pahlawan masa kini. Matauli Generasi Berprestasi,” pungkasnya.

 

Penulis : Jerry

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.