“Tiada Rotan Akarpun Jadi” Satgas TMMD ke-106 Kodim 0118 Kota Subulussalam Sukses Bangun Desa

  • Whatsapp
Satgas TMMD ke-106 Kodim 0118 Kota Subulussalam menggulingkan bahan material di desa Jontor

Sinarlintasnews com | Subulussalam – Personel Satgas TMMD Ke-106 Kodim 0118 Kota Subulussalam terapkan semboyan Tiada Rotan Akarpu Jadi di Desa Jontor Kecamatan, Penanggalan, Kota Subulussalam, Minggu (13/10/2019).

Dengan tekad seperti itu, semangat anggota TNI dalam mewujudkan operasi bakti dan pengabdian kepada Negara. Dengan semboyan itu, para Satgas TMMD melansir bahan material secara manual dengan memakai tehnik kebersamaan dan kekompakan terlihat terasa ringan.

Kondisi medan yang sulit dilalui alat berat dan cuaca yang kurang bersahabat tidak mematahkan semangat para anggota Satgas untuk melakukan aktifitas pembangunan desa Jontor.

Seperti diketahui, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sebagai wujud Operasi Bakti TNI merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya, dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia(“UU TNI”) dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian dan perubahannya (“UU Ketransmigrasian”), pada dasarnya tidak ada pengaturan secara eksplisit dan khusus mengenai keterlibatan TNI dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (“TMMD”) dan program transmigrasi TNI.

Namun, program TMMD itu secara umum dalam UU TNI diartikan sebagai membantu tugas pemerintahan di daerah, yakni bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk ikutmembangun bangsa dan negara bersama komponen bangsa lainnya (dalam hal ini TNI bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama seluruh jajarannya) secara sinergi dan berkesinambungan.

Program ini berupa akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana. (Syahbudin Padang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.