Mahasiswa Desak Pemko Subulussalam Selesaikan Sengketa Lahan Jembatan Desa Dah

  • Whatsapp
Delima salah satu aktivis mahasiswa asal DAH Kota Subulussalam saat menyampaikan aspirasinya

Sinarlintasnews.com | Subulussalam – Pemerintah Kota Subulussalam kembali diminta untuk segera menyelesaikan permasalahan persengketaan lahan pasca pembangunan jembatan di Desa Dah Kecamatan rundeng Kota Subulussalam.

Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Delima salah satu mahasiswa asal Rundeng (DAH) mengungkapkan pemerintah harus segera bertindak menangani sengketa lahan yang di pakai untuk pembangunan jembatan penghubung antara Desa Sibungke dan Desa Dah di Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, keributan yang terjadi di desa Dah beberapa waktu lalu berawal karena perkara lahan yang mengaku pemilik lahan pembangunan jembatan.

“Bila ini tidak disekesaikan, tentunya menjadi penghambat pengerjaan jembatan itu. Padahal pembangunan jembatan itu sangat dibutuhkan oleh msyarakat,” katanya.

Delima menuturkan, pembiaran pemerintah pada pembangunan jembatan yang sudah dikerjakan sejak 2014 silam diharapkan segera terealisasi dengan baik. Sebab selama ini masyarakat hanya menggunakan rakit sebagai transportasi penyeberangan.

“Selama ini masyarakat hanya menggunakan rakait untuk akses penyebrangan, dan tidak sedikit pula resiko yang terjadi. Maka dari itu, kita meminta Pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan ini,” ungkapnya.

Menurutnya, tindakan tegas pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyelesaian proyek jembatan tersebut. Sehingga masyarakat tidak dikambing hitamkan dalam pelaksanaan proyek yang sudah bertahun-tahun belum terselesaikan.

“Kami sudah jenuh, kami ingin juga seperti daerah daerah lain dengan kondisi jalan yang memadai, jika tak di gurbris kami mahasiswa asal Rundeng yang ada di Banda Aceh akan melakukan aksi damai nantinya Pemerintah Aceh,” pungkasnya (Syahbudin Padang).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.