Ketua yayasan Jamil Solusion menyaksikan langsung proses penyunatan kepada anak-anak Sinarlintasnews.com | Sibolga – Yayasan Jamil Solusion bekerjasama dengan RS Accuplast Medan mengelar kegiatan Bakhti Sosial khitanan massal dan Operasi bibir sumbing kepada 33 orang peserta yang dilaksanakan di Kantor DPD Partai Golkar Sibolga Jalan Diponegoro kota Sibolga, Rabu (9/7).

Yayasan Jamil Solusion foto bersama dengan Dr. Edy RS Accuplast Medan
Jamil Zeb Tumori selaku Ketua Yayasan Jamil Solusion yang juga ketua DPD Partai Golkar Sibolga mengungkapkan, kegiatan sunatan massal dan Optesi bibir sumbing tersebut adalah bagian dari kepedulian terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka kaum kurang mampu. Serta untuk menjalin tali silaturrahim dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih.
“Tujuannya untuk membantu masyarakat yang kurang mmpu, anak-anak yatim maupun kaum dhuafa. Semoga dengan kegiatan ini masyarakat sedikitnya dapat terbantu,”ujarnya

Anak-anak peserta sunatan massal dan operasi bibir sumbing
Jamil yang menjabat sebagai wakil DPRD kota Sibolga ini juga menuturkan, kegiatan tersebut juga bentuk dukungan serta kepedulian kepada masyarakat, melalui program-program yang langsung menyentuh masyarakat dan bukan hanya mendengarkan ataupun berbicara saja, melainkan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi warga masyarakat khususnya masyarakat kota Sibolga.

Tim Yayasan Jamil Solusion
Lebih lanjut, Jamil berharap melalui kegiatan tersebut kiranya dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dan juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah ikut serta mensukseskan acara sosial tersebut.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak baik panitia maupun para orang tua anak yang disunat, sehingga acara yang kita laksanakan ini dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Penynatan disaksikan langsung oleh ketua yayasan Jamil Zeb Tumorindan istri
Disinggung dengan banyaknya ciutan-ciutan yang datang silih berganti terhadap dirinya, Jamil menanggapi dengan senyuman dan sembari menyatakan sudah menjadi hal biasa.
“Itu sudah biasa, belum tentu yang baik itu dianggap baik oleh sebagian orang. Tidak perlu diambil hati atau sebagainya dan kita anggap itu sebagai acuan kita untuk terus berbuat kepada masyarakat,” jelasnya. (Red)
1 Komentar