Ketua IMKR-Sumut Minta PT MSSB/ASN Segera Selesaikan Permaslahan Ganti Rugi Lahan Warga Sesuai Janji

  • Whatsapp
Ketua Ikatan Mahasiswa Kecamatan Rundeng (IMKR-SU) Ali Azhar

Sinarlintasnews.com | Subulussalam – Aktivis mahasiswa Universitas islam Negeri Medan (UIN Medan) Sekaligus Ketua Ikatan Mahasiswa Kecamatan Rundeng (IMKR-SU) Ali Azhar meminta PT. MSSB/ASN segera menyelesaikan perjanjian kesepakatan ganti rugi lahan masyarakat di Empat Desa, Jumat (27/06/2019).

“Kami berharap pigak PT. MSSB segera menyelesaikan permasalahan ini dengan masyarakat, jangan dipersulit dan jangan menjadi mengingkari janjin yang telah disepakatai,” ujar Ali

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Tak Kunjung Ganti Rugi, Warga Blokir Jalan Menuju PT. MSSB

BACA JUGA : PT.MSSB Ingkar Kesepakatan Ganti Rugi Lahan Warga

Ali menyebutkan, tindakan Pihak PT. MSSB sudah membuat masyarakat marah atas ketidak patuhan pihak perusahaan.

“Selama ini masyarakat sudah sabar, tapi mereka masih mendiamkan. Tapi saat ini masyarakat sudah geram,dan kita kawatir akan ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi kalau masih belum ada kepastian,” katanya

Selain itu, Ali juga menyatakan, bila pihak PT. MSSB masih belum juga bersikeras dan tidak menepati janji yang sebelumnya di mufakat bersama, pihaknya juga akan turun langsung kelapangan.

“Jika masih belum juga ada penyelesaiannya nanti, kami akan turun dan menyuarakan maslaha ini,” jelasnya.

Seperti diberitakan Sebelumnya, bertempat di Kantor Kecamatan Rureng dihadiri langsung oleh Muspika kota Subulussalam, PT. MSSB sepakat dengan warga di empat desa yakni Desa Muara Batu Batu, Desa Dah, Desa Sepadan dan Desa Kula Kepeng dengan membuat surat perjanjian ganti rugi yang ditanda tangani langsung oleh kedua belah pihak.

Adapun kesepakat kedua belah pihak sebagai berikut,

1. Manager PT. MSSB Pangarimpunan Siadari dalam surat tersebut berjanji akan menyelesaikan ganti rugi tanah milik masyarakat 2.Pihak kedua yaitu masyarakat. jangka waktu 30 hari terhitung mulai tanggal 23 Mei s/d 23 Juni 2019, dengan melihat legalitas suratnya.

Pihak kedua yang yang diwakil empat orang dari desa masing-masing, yakni

1. Thamrin (Cs) mewakili masyarakat Muara Batu Batu, akan mengklaim lahan mereka dengan cara akupasi/Status quo apabila pada tenggat waktu yang di sepakati tidak ada penyelesaian ganti rugi.

2. Ramli Cs.(Kuala Keupeng) akan memblokir jalan Desa kuala Keupeng apabila tanggat waktu yang disepakiti tidak ada penyelesai ganti rugi.

3. Pihak kedua dalam hal ini Rusdi Cs (Dah) dan Salman Al Faris ( Sepadan ) akan memblokir jalan Desa Sepadan apabila pada tenggat waktu yang disepakati tidak ada penyelesaian ganti rugi.

Kedua belah pihak menandatangani surat kesepakatan perjanjian, sesuai mufakat antara PT. MSSB dengan masyarakat dan disaksikan oleh Muspika.

Akan tetapi, hingga batas waktu yang telah diputuskan bersama yang tertuang dalam surat kesepakatan ganti rugi tidak ditepati oleh pihak PT. MSSB membuat warga marah dan berencana akan memblokir sejumlah jalan sebagaimana tertera dalam surat perjanjian. (Udin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.