Ini 3 Tersangka Kabakaran Pabrik Mancis Tewaskan 30 Orang

  • Whatsapp
Keriga tersangka kasus kebakaran pabrik mancis yang menewaskan 30 orang karyawan (foto istimewa)

Sinarlintasnews.com – Sebanyak 3 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kejadian kebakaran pabrik korek api mancis di Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Jumat (21/6) lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 30 orang karyawan dan termasuk 5 orang anak tewas terbakar karena tidak sempat menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Inilah Nama-nama Korban Yang Tewas Pasca Kebakaran Pabrik Mancis Sambirejo

BACA JUGA : Miliki 17 Ampul Ganja, Diciduk Sat resnarkoba Polres Tapteng

3 orang tersangka yang diamankan Polres Binjai yakni Direktur PT Kiat Unggul, IM, Manajer Operasional PT Kiat Unggul BH dan seorang perempuan berinisial LN, HRD Personalia PT Kiat Unggul. Ketiga tersangka mengaku mengaku tidak pernah memerintahkan karyawan untuk mengunci pabrik dari luar.

“Wah saya enggak tahu, ya mandornya kali. Saya enggak pernah perintah, itu untuk keamanan aja kali,” ujar IM saat pemaparan kasus ini di Mapolres Binjai, Kabupaten Langkat, yang ditangkap dari salah satu hotel berbintang di Kota Medan, Senin (24/6/2019) sebagaimana dilansir sinarlintasnews.com dari Sindonews.com.

BACA JUGA : Korban Kebakaran di Binjai 30 orang, Mayoritas Perempuan dan 4 anak

Hal senada disampaikan Manajer Operasional PT Kiat Unggul BH dan seorang perempuan berinisial LN, HRD Personalia PT Kiat Unggul. Ketiganya kompak menjelaskan pintu dikunci atas kebijakan mandor untuk menghindari pencurian.

“Untuk kepentingan keamanan selesai kerja, supaya pintu rumah itu bisa dikunci setelah pekerja pulang. Ada juga yang jaga malam,” kata LM.

Sayangnya, keterangan ketiganya tidak bisa dikonfirmasi kepada mandor yang disebut berinisiatif mengunci pintu pabrik. Sebab, mandor tersebut menjadi salah satu korban yang tewas saat terjadi kebakaran. Sementara informasi diperoleh, saat kebakaran, pintu rumah itu dikunci dari luar. Bahkan, ada dua gembok yang digunakan.

Terkait hal ini, Kapolres Binjai AKBP Try Nugroho mengatakan, pihaknya juga masih mendalami keterangan para tersangka terkait pabrik yang dikunci dari luar.

”Menurut manajer personalia dari saudari LM yang sering ke situ, itu dari mandornya,. Ya mandornya sendiri menjadi korban dari kejadian kemarin. Jadi, masih kami dalami lagi,” kata Kapolres.

Dia menambahkan, polisi sempat mengalami kesulitan menangkap tersangka karena mencoba menghilangkan diri dengan cara menganti kartu telepon seluler (ponsel).

“Kami kemarin sempat kehilangan jejak karena yang bersangkutan sebelumnya udah mau kooperatif datang ke Polres, tahu-tahu ditelepon nomor hp-nya dihubungi enggak bisa. Terakhir kami bergabung dengan Ditreskrimum Polda Sumut untuk mengejar pelaku saudara IM, akhirnya alhamdulillah bisa tertangkap,” katanya.

Hingga kini, ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan di ruang Unit Reskrim Polres Binjai. Polisi masih ekstra kerja keras untuk menuntaskan kasus kebakaran pabrik perakitan korek api gas atau mancis yang menewaskan 30 orang. Hal ini mengingat ada kemungkinan tersangka lain yang harus bertangung jawab dalam tragedi itu.

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kebakaran di antaranya koreak api gas atau mancis yang masih dalam perakitan, serta alat-alat perlengkapan mancis. (Ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *