Kedes Lae Langge Diduga Korupsikan Dana Desa, Warga Minta Inspektorat Bertindak

  • Whatsapp
Ilustrasi Dana Desa (foto istimewa)

Sinarlintasnews.com | Subulussalam – Pengelolaan dana desa mesti menjadi perhatian serius. Transfaransi, akuntabilitas dan efektifitasnya masih harus terus ditingkatkan oleh pemerintahan desa.

Gejolak ditengah masyarakat masih kerap muncul bahkan sampai pada penolakan terhadap hasil kegiatan yang berjalan. Seperti halnya yang terjadi di desa Lae Lange, kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam. Dari beberapa proyek DD dikeluhkan warga setempat diduga tidak sesuai spesifikasi atau RAB.

Bacaan Lainnya

Kepala desa Lae Langge Ameran Manik diduga melakukan tindakan korupsi dana desa sejak anggaran pertama tahun 2018 dalam pembagian alat pertanian kepada warga senilai 200 juta juga tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Jl salah satu tokoh masyarakat mengatakan, tindakan kepala desa Lae Langge selama ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Menurutnya masyarakatbtidak terlepas dalam melakukan pengawasan pengelolaan Dana Desa secara trasparan dan sesuai dengan hasil Musyawarah desa.

“Dari beberapa dana proyek kami duga ditilap atau di korupsi Kades, hal itu terbukti dengan hasil yang dikerjakan tidak memuaskan dan tidak ada keterbukaan kepada masyrakat,”ujarnya Sabtu (15/6/2019).

Dijelaskannya, pada pengerasan badan jalan dengan volume 500 meter yang dengan dana 150 juta, penimbunan jalan volume 1200 meter senilai Rp.98 juta, pembelian lahan lapangan bola senilai Rp.140 juta dan bahkan dana anggran 2017 pada pembelian lahan kantor yang dikatakan 30 juta dan pembangunan kator kepala desa senilai 188 juta semua diduga tidak sesuai dengan hasil yang ada.

“Sejak pengelolaan dana anggran dari 2017 hingga sampai saat ini kita duga semua tidak sesuai dengan hasil musyawarah desa. Kepala desa juga tidak trasparan bahkan kita menilai pengelolaan dan penggunaan dana anggran sesuka Kades aja untuk melancarkan korupsi,” ungap Jl.

Dikatakannya, tindakan Kades Lae Langge tersubut juga sudah dilaporkan ke pihak Inspektorat Kota Subulussalam dan dalam waktu dekat akan menyurati Kementrian Desa di Jakarta.

“Masalah ini akan terus kami usut, karena DD ini untuk kepentingan masyarakat desa bukan oknum tertentu. Program DD ini diharuskan transparan kepada masyarakat seperti hal yang dilakukan desa-desa lain. Bukan seperti hal yang dilakukan Kades Lae Langge ini,”ungkapnya

Sementara itu, Kadesa Lae Langge saat dikonfirmasi terkait laporan warga tersebut melalui telepon selulernya menyatakan, sedang berobat.

“Saya lagi nggak enak badan, lagi berobat ini,” ujar Ameran Manik singkat sembari menonaktifkan Handpone miliknya. (Ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.